Diversifikasi Olahan Rumput Laut Dorong Gizi dan Pendapatan Keluarga

  • 01 Sep 2026 14:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Civitas akademika Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong pemanfaatan rumput laut sebagai pangan bergizi sekaligus sumber pendapatan keluarga melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berbasis Riset di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan yang mengangkat tema “Upaya Peningkatan Gizi dan Pendapatan Keluarga melalui Diversifikasi Pangan Berbahan Dasar Rumput Laut pada Kelompok Wanita Tani Desa Beji, Kabupaten Banyumas” tersebut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Beji. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik pengolahan, uji mutu hedonik, serta penyerahan alat dan bahan kepada mitra.

Peserta diperkenalkan dengan berbagai olahan rumput laut, yaitu stik, dodol, dan manisan rumput laut. Melalui praktik langsung, peserta mempelajari tahapan pengolahan mulai dari persiapan bahan, pembuatan adonan, proses pemasakan, pembentukan produk hingga pengemasan. Pendampingan juga diberikan untuk memperhatikan komposisi bahan, tekstur, kebersihan produksi, dan konsistensi mutu produk.

Dekan FPIK Unsoed, Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk implementasi hasil pendidikan dan penelitian perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab agar ilmu dan inovasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diversifikasi produk rumput laut ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pangan sekaligus memberikan peluang ekonomi baru bagi keluarga di Desa Beji,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Rose Dewi, S.Kel., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan produk pangan berbahan dasar rumput laut yang beragam dan memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, rumput laut memiliki potensi untuk diolah dengan teknologi sederhana menjadi berbagai produk pangan. Diversifikasi produk diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah rumput laut sekaligus membuka peluang usaha skala rumah tangga bagi anggota KWT.

“Kami berharap setelah pelatihan ini masyarakat tidak hanya mengetahui cara mengolah rumput laut, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Produk seperti dodol, stik, dan manisan rumput laut sangat memungkinkan dikembangkan sebagai produk unggulan kelompok apabila memiliki kualitas, kemasan yang menarik serta strategi pemasaran yang tepat sasaran,” jelas Rose Dewi.

Pada sesi materi, dosen FPIK Unsoed bidang Teknologi Hasil Perikanan (THP), Yohanes Harvinda, S.Pi., M.Sc., menyampaikan materi mengenai potensi rumput laut sebagai bahan pangan, prinsip diversifikasi produk, teknik pengolahan, peningkatan mutu, serta peluang pengembangan produk menjadi usaha bernilai ekonomi.

Yohanes menekankan bahwa keberhasilan diversifikasi pangan tidak hanya ditentukan oleh cita rasa. Konsistensi formulasi, kebersihan proses produksi, kemasan, dan strategi pemasaran juga diperlukan agar produk dapat diterima pasar dan memberikan keuntungan bagi kelompok.

Selain praktik pengolahan, kegiatan juga melibatkan mahasiswa S1 dan S2 FPIK Unsoed dalam pendampingan uji mutu hedonik. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat penerimaan terhadap karakteristik produk, seperti warna, tekstur, rasa, dan kesan keseluruhan.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Tim Pengabdi menyerahkan alat dan bahan kepada KWT Desa Beji. Dukungan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pengolahan dan pengembangan produk rumput laut setelah kegiatan pengabdian selesai.

PKM Berbasis Riset ini diketuai oleh Dr. Ir. Rose Dewi, S.Kel., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Dr. Taufik Budi Pramono, M.Si., Dr. Ir. Florencius Eko Dwi Haryono, S.Pi., M.Si., IPU., ASEAN Eng., dan Dr. Tjahjo Winanto, M.Si., IPU. Tim juga melibatkan dosen bidang THP, yaitu Yohanes Harvinda, S.Pi., M.Sc., Siti Balqis Huriyah, S.Pi., M.Si., dan Azizah Nuraini, S.Pi., M.Si.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed melalui skema PKM Berbasis Riset Tahun Anggaran 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya Unsoed mengintegrasikan hasil riset dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Dari sisi pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini turut mendukung SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan pangan bergizi, SDG 5 (Gender Equality) melalui penguatan peran produktif kelompok perempuan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan peluang usaha, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui peningkatan nilai tambah bahan pangan.

Melalui kegiatan ini, FPIK Unsoed berharap produk olahan rumput laut yang dikembangkan bersama KWT Desa Beji tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan kelompok. Pendampingan lanjutan diharapkan dapat diarahkan pada penyempurnaan formulasi, standardisasi produksi, kemasan, perizinan, hingga pemasaran sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan gizi, kemandirian usaha, dan pendapatan keluarga masyarakat Desa Beji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....