Mahasiswa Kimia FMIPA Unsoed Ikuti Sakura Exchange Program di Jepang
- 01 Sep 2026 14:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Dua mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Masayu Alfiyah Mutiara dan Siti Khoerunnisa, mengikuti Sakura Exchange Program in Science di University of Fukui, Jepang. Program internasional tersebut berlangsung pada 24–28 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, kedua mahasiswa didampingi oleh Prof. Amin Fatoni dari Unsoed dan mengikuti rangkaian program di bawah bimbingan Prof. Eiichiro Takamura dari University of Fukui.
Program Sakura Exchange Program in Science menjadi bagian dari kerja sama akademik antara Unsoed dan University of Fukui yang telah berlangsung secara rutin sejak 2017. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa Kimia FMIPA Unsoed mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan akademik dan penelitian sekaligus mengenal lingkungan pendidikan tinggi di Jepang.
Prof. Amin Fatoni mengatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan akademik sekaligus mengenalkan mahasiswa pada lingkungan riset di tingkat internasional.
“Program ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana kegiatan akademik dan penelitian dilakukan di lingkungan perguruan tinggi di Jepang. Selain mendapatkan pengetahuan, mahasiswa juga dapat membangun jejaring dengan peserta dari berbagai negara,” kata Prof. Amin.
Sakura Exchange Program in Science tahun ini diikuti mahasiswa dari sejumlah negara, di antaranya empat mahasiswa dari Taiwan, dua mahasiswa dari Malaysia, serta mahasiswa Indonesia melalui Unsoed. Pertemuan mahasiswa dari berbagai negara tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai pendidikan, penelitian, serta kehidupan akademik di masing-masing negara.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai kegiatan akademik. Kegiatan tersebut meliputi presentasi poster dan sharing mengenai penelitian yang sedang dilakukan, lecture dari dosen dan mahasiswa Jepang, serta kunjungan ke sejumlah laboratorium dan pusat riset di University of Fukui.
Masayu Alfiyah Mutiara mengatakan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami proses penelitian sekaligus meningkatkan kemampuan berkomunikasi di lingkungan akademik internasional.
“Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan pengalaman untuk berdiskusi dan berbagi mengenai penelitian dengan mahasiswa dari berbagai negara. Selain menambah wawasan penelitian, kegiatan ini juga membuat saya lebih memahami bagaimana kehidupan akademik dan riset di Jepang,” ujar Masayu.
Tidak hanya mengikuti kegiatan di lingkungan kampus, para peserta juga memperoleh pengalaman pembelajaran di luar laboratorium. Rangkaian kegiatan di antaranya kunjungan ke Fukui Prefectural Museum of Cultural History untuk mengenal sejarah dan budaya Fukui.
Peserta juga berkesempatan mengunjungi National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST). Kunjungan tersebut memberikan wawasan mengenai perkembangan penelitian dan teknologi di Jepang serta bagaimana hasil riset dikembangkan dalam mendukung inovasi.
Siti Khoerunnisa menilai keikutsertaan dalam program tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun relasi dengan mahasiswa dari negara lain.
“Pengalaman mengikuti Sakura Exchange Program in Science memberikan banyak hal baru bagi saya, baik dalam bidang akademik maupun dalam berinteraksi dengan mahasiswa dari negara lain. Saya berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat terus dikembangkan setelah kembali ke Unsoed,” ujar Siti.
Keikutsertaan mahasiswa Kimia FMIPA Unsoed dalam Sakura Exchange Program in Science menjadi salah satu bentuk upaya Unsoed dalam memberikan pengalaman akademik berwawasan global kepada mahasiswa. Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan penelitian, meningkatkan kemampuan komunikasi akademik, serta mengenal budaya dan ekosistem riset di tingkat internasional.
Program yang telah berlangsung secara rutin sejak 2017 tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan dan riset Kimia FMIPA Unsoed. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kapasitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta membuka peluang kerja sama penelitian antara Unsoed dan mitra internasional di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....