Mahasiswa Unsoed Kembangkan IoTernak untuk Peternakan Ayam
- 29 Agt 2026 14:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman mengembangkan teknologi Internet of Things untuk peternakan ayam.
Inovasi bernama IoTernak tersebut mengintegrasikan pemantauan kandang dan otomasi guna mendukung penerapan smart farming.
Tim mahasiswa Unsoed mengembangkan IoTernak sebagai ekosistem smart farming untuk peternak ayam skala kecil dan menengah.
Inovasi ini menjadi bagian dari pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha atau P2MW Nasional Kemendikti.
IoTernak dikembangkan Muhammad Nugrahhadi Al Khawarizmi sebagai CEO bersama empat anggota tim.Tim tersebut terdiri atas Arga Aryanta Indrafata, Gita Nurmala, Lula Khaisha Delavia, dan Farhan Ibnu Fajar.
Pengembangan inovasi mendapat pendampingan Ir. Mohammad Irham Akbar, S.Kom., M.Cs.
Program P2MW menempatkan tim pada tahap bertumbuh kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan.
Sistem IoTernak memantau kondisi kandang secara real-time menggunakan sejumlah sensor.
Sensor tersebut mengukur suhu, kelembapan, dan kadar amonia di dalam kandang ayam.
Data hasil pemantauan dapat dilihat melalui aplikasi Android IoTernak App.
Dengan sistem tersebut, peternak dapat memantau kondisi kandang tanpa harus selalu berada di lokasi.
IoTernak juga memiliki fitur early warning system untuk mendeteksi perubahan kondisi kandang.
Sistem memberikan notifikasi dan bunyi peringatan ketika parameter melewati batas yang telah ditentukan.
Pengujian sistem telah dilakukan pada kondisi kandang milik mitra.
Hasil pengujian menunjukkan peningkatan suhu dapat terdeteksi ketika kondisi kandang terbuka terasa panas.
CEO IoTernak, Muhammad Nugrahhadi Al Khawarizmi, mengatakan teknologi dirancang agar mudah diadopsi peternak.
Tim juga mempertimbangkan keterbatasan investasi yang dimiliki peternak ayam skala kecil dan menengah.
“Kami mencoba membuat teknologi yang lebih sederhana untuk diterapkan dan tidak membutuhkan investasi besar,” kata Nugrahhadi.
Untuk meningkatkan keterjangkauan, tim menerapkan pendekatan Hardware-as-a-Service atau HaaS.
Pendekatan tersebut memungkinkan peternak menggunakan teknologi tanpa investasi perangkat dalam jumlah besar.
Perangkat IoTernak juga dirancang terpasang pada kandang yang sudah tersedia.
Pemasangan tersebut tidak memerlukan perubahan besar terhadap struktur kandang milik peternak.
Tim berharap IoTernak dapat berkembang menjadi ekosistem teknologi sesuai kebutuhan peternakan.
Pengembangan fitur dan perangkat tambahan juga terus dilakukan untuk memperluas fungsi sistem.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa Unsoed berupaya mempersempit kesenjangan teknologi dengan kebutuhan peternak kecil.
Teknologi pemantauan dan peringatan dini diharapkan membantu peternak mengambil tindakan lebih cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....