147 Ton Sampah per Hari, Sampah Plastik Berpotensi Cemari Sungai Serayu

  • 19 Agt 2026 11:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pengelolaan sampah plastik menjadi perhatian dalam upaya menjaga kelestarian Sungai Serayu di Kabupaten Banyumas. Pendampingan melalui proyek Solusi mendorong masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah plastik sejak dari rumah.

Program Manager SOLUSI IKI SNV Indonesia Audrie J. Siahainenia, Ph.D., mengatakan SNV sebagai salah satu organisasi dalam proyek tersebut. Pada tahun 2025 telah menyusun strategi perubahan perilaku menuju Banyumas bebas sampah plastik atau Zero Plastic Waste.

Dari kajian terhadap 100 rumah tangga, masih ditemukan rendahnya kebiasaan masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah plastik. Di mana 70 Persen itu masih bergantung pada konsumsi plastik, kemudian 10 persen responden menjadikan pengurangan dan pemilaan sampah plastik sebagai kebiasaan.

"Dalam kajian kita melakukan kajian cepat pada 100 rumah tangga dan 50 persen responden itu belum pernah menerima edukasi tentang pengurangan sampah plastik. Jadi masih sedikit sekali, kurang dari 10 persen dan juga berdasarkan sistem informasi pengolahan data nasional, sampah nasional, timbulan di Banyumas itu mencapai 147 ton, ini cukup banyak dan berpotensi untuk mencemari Sungai Serayu,” Ujarnya.

Pendampingan pengelolaan sampah plastik juga mulai menunjukkan perubahan di masyarakat. Salah satunya melalui program insentif cerdas tukar sampah menjadi isi dapur yang secara resmi dilaksanakan pada 21 Juli di Balai Desa Tambaknegara.

Program tersebut telah berjalan selama satu bulan dan mendorong peningkatan aktivitas bank sampah di wilayah Banyumas. Hingga 16 Agustus, Bank Sampah Jitu mencatat penimbangan sekitar 125 kilogram sampah organik dan 77 kilogram sampah plastik dari 57 nasabah.

Sementara Bank Sampah Mandiracan mencatat sekitar 92,5 kilogram sampah organik dan 61 kilogram sampah plastik dari 94 nasabah. Peningkatan aktivitas tersebut menunjukkan masyarakat mulai lebih aktif dalam mengelola dan menyetorkan sampah melalui bank sampah.

Dari pengalaman pendampingan di lapangan, masyarakat juga didorong menerapkan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle, sebagai langkah sederhana yang dapat dimulai dari rumah. Upaya tersebut dilakukan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti membawa tas belanja sendiri, menggunakan kembali botol dan gelas plastik, serta memilah sampah untuk didaur ulang melalui bank sampah.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang berakhir di lingkungan dan membantu menjaga Sungai Serayu tetap bersih serta lestari. (Dina Darozatun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....