Hiu Paus 3,2 Meter Terdampar di Pantai Cemara Jajar Cilacap
- 18 Agt 2026 10:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Seekor hiu paus ditemukan terdampar di Pantai Cemara Jajar, Kelurahan Tegal Kamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap pada Senin (17/8/2026) sore. Mamalia laut tersebut sempat bertahan hidup selama beberapa jam sebelum akhirnya mati dan dikuburkan warga pada Selasa pagi.
Diketahui jika hewan yang dilindungi tersebut memiliki panjang sekitar 3,2 meter dengan perkiraan berat mencapai 300 kilogram.
Ketua Nelayan Tegal Katilayu, Temu, mengatakan informasi mengenai hiu paus terdampar diterimanya dari nelayan yang berada di sekitar pesisir pada Senin sekitar pukul 16.00 WIB.
Mendapat informasi tersebut, Ia langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Saat ditemukan, hiu paus tersebut masih dalam kondisi hidup. Bersama sejumlah nelayan kemudian berusaha mengembalikan hiu paus ke tengah laut. Namun, upaya tersebut berulang kali gagal karena hiu paus terus kembali ke tepian.
“Memang hidup. Hidup sampai tadi malam sekitar jam 7-an itu masih hidup. Cuman dia memang nggak mau apa... sudah ditarik ke tengah berkali-kali lah, yang jelas sudah berkali-kali saya selamatkan tapi dia tetap minggir terus. Otomatis kita yang penting kita sudah usaha lah. Itu setelah saya usaha, kok memang dia nggak mau, ya sudah, gimana lagi,” kata Temu, Selasa.
Menurutnya, kondisi hiu paus memang sudah tidak sehat. Sejumlah luka terlihat pada bagian tubuh dan sirip, termasuk sirip bagian atas. Sebagian luka diduga merupakan luka lama.
Hiu paus tersebut kembali terdampar sekitar pukul 17.30 WIB dan tetap berada di pesisir hingga malam hari. Temu mengatakan hewan tersebut masih terlihat hidup hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB, bersama warga, TNI, Polri, pihak kelurahan dan Dinas Perikanan Cilacap melakukan penanganan terhadap bangkai hiu paus tersebut dengan cara menguburkannya.
Penguburan dilakukan untuk mencegah bau yang dapat mengganggu lingkungan sekitar sekaligus mengantisipasi agar bangkai hiu paus tidak dimanfaatkan atau dikonsumsi masyarakat.
“Luka-lukanya itu banyak. Itu di siripnya juga, sirip atas sudah luka. Terus sebagian tubuh juga ada yang mungkin luka lama lah. Luka lama itu sudah ada karena memang kondisi dia sakit,” ujar Temu.
Penanganan hiu paus terdampar tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk Sea Life Indonesia. Namun, karena tidak dilakukan nekropsi atau otopsi bangkai paus teraebut, tidak diketahui dengan pasti penyebab kematiannya.
Mirisnya, saat akan dikuburkan pada Selasa pagi, taring dari hiu paus teraebut telah hilang, diduga telah di potong oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Terdamparnya hiu ini menjadi keenam kalinya di pesisir Pantai Cilacap selama tahun 2026 ini, yakni pada 17 dan 23 Mei, 22 Juni, 30 Juni dan 14 Juli, dan 17 Agustus 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....