SINTA Score, UMP Masuk 8 Besar PTMA se-Indonesia
- 16 Agt 2026 19:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) masuk delapan besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia berdasarkan SINTA Score 3 Years. UMP mencatat skor 172.389 dan berada di peringkat kedelapan dalam pemeringkatan berbasis kinerja riset tersebut.
Posisi UMP berada di atas Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang mencatat skor 170.436 dan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan skor 162.493. Data tersebut menunjukkan perkembangan kinerja UMP dalam penelitian dan publikasi ilmiah yang tercatat dalam Science and Technology Index (SINTA).
SINTA Score menjadi salah satu indikator yang mencatat kinerja akademik perguruan tinggi, antara lain melalui penelitian, publikasi, sitasi, kekayaan intelektual, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai luaran akademik lainnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMP, Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.E., M.Si., QIA, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dosen, peneliti, mahasiswa, pengelola jurnal, dan berbagai unsur yang mendukung kegiatan riset di UMP.
“Alhamdulillah, masuknya UMP dalam 10 besar PTMA dengan capaian riset terbaik di Indonesia menjadi kabar yang membanggakan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penelitian,” ujarnya.
Menurut Sri Wahyuni, perkembangan kinerja riset tidak cukup diukur dari banyaknya karya ilmiah yang dihasilkan. UMP juga mendorong agar penelitian memiliki kualitas dan relevansi serta dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Ia mengatakan hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada laporan maupun publikasi. Riset juga perlu dikembangkan menjadi inovasi, rekomendasi kebijakan, teknologi tepat guna, atau solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas kolaborasi penelitian. Dosen dan peneliti UMP didorong bekerja sama lintas program studi dan disiplin ilmu, serta membangun jejaring dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan industri, hingga mitra nasional dan internasional.
“Riset masa depan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar penelitian semakin kuat secara akademik sekaligus semakin relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
UMP juga meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan proses penelitian sejak di bangku kuliah sekaligus membangun budaya akademik di lingkungan kampus.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi UMP, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., mengatakan peringkat kedelapan PTMA menjadi capaian yang patut diapresiasi, tetapi bukan tujuan akhir.
Menurutnya, UMP masih perlu memperkuat kualitas penelitian, produktivitas publikasi, sitasi, hilirisasi hasil penelitian, kekayaan intelektual, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis riset.
“Peringkat menjadi salah satu indikator untuk mengukur perkembangan kita. Namun, tujuan yang lebih besar adalah menghadirkan penelitian yang berkualitas dan berdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil penelitian diharapkan semakin banyak menjadi rujukan, menghasilkan inovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Penguatan riset juga akan diarahkan agar lebih terhubung dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan skor SINTA Score 3 Years sebesar 172.389, UMP menargetkan peningkatan kualitas dan produktivitas riset melalui kolaborasi serta pengembangan hasil penelitian agar memberikan dampak yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....