Mahasiswa Internasional UMP Temukan Suasana Kekeluargaan di Rawalo

  • 09 Agt 2026 21:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Empat mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ikut merasakan aktivitas dakwah Muhammadiyah di tingkat masyarakat saat menghadiri Pengajian Slapanan “Hari Bermuhammadiyah” di Rawalo, Kabupaten Banyumas. Mereka tidak hanya mengikuti pengajian, tetapi juga berdialog dengan warga dan melihat langsung kegiatan sosial yang dijalankan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawalo.

Keempat mahasiswa tersebut berasal dari Palestina, Sudan, dan Mali. Mereka yakni Samara, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam asal Palestina; Jibril, mahasiswa Pendidikan Agama Islam asal Mali; Ahmed Fawzi, mahasiswa Teknik Sipil asal Sudan; serta Abu Al Hasan, mahasiswa Sastra Inggris asal Sudan.

Samara mengaku mendapat pengalaman berbeda setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa interaksi dengan warga Muhammadiyah membuatnya seperti memiliki keluarga baru selama berada di Indonesia.

“Saya merasa seperti memiliki keluarga baru di Indonesia. Muhammadiyah mengajarkan Islam yang ramah, peduli, dan dekat dengan masyarakat. Kami sangat senang dapat hadir dan belajar langsung bersama warga Muhammadiyah di PCM Rawalo,” ujar Samara.

Menurut Samara, Muhammadiyah tidak hanya memiliki perhatian pada dakwah, tetapi juga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut menjadi pengalaman yang menurutnya berharga selama menjalani pendidikan di Indonesia.

“Di negara saya, pendidikan agama sangat penting. Ketika melihat Muhammadiyah di Indonesia, saya melihat bagaimana pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial berjalan bersama. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” katanya.

Kesan serupa disampaikan Ahmed Fawzi dan Abu Al Hasan. Keduanya menilai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan di tingkat cabang menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua PCM Rawalo, Warsono, mengatakan kehadiran mahasiswa internasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan aktivitas Muhammadiyah secara langsung kepada masyarakat dari berbagai negara.

“Kehadiran mahasiswa internasional menunjukkan bahwa Muhammadiyah telah dikenal di berbagai negara. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat dakwah yang inklusif, berkemajuan, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kegiatan tersebut, anggota Korp Mubaligh Muhammadiyah PDM Banyumas, Darodjat, mengajak jamaah memaknai Surat Al-Hasyr ayat 18 sebagai dorongan untuk mempersiapkan masa depan. Menurutnya, pesan untuk memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akhirat, tetapi juga kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan persiapan masa depan dapat dilakukan melalui berbagai hal sederhana, mulai dari pendidikan anak, menjaga kesehatan keluarga, hingga memperkuat ketahanan ekonomi.

“Banyak keluarga yang hidup pas-pasan. Al-Qur'an mengajarkan agar kita tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan. Menabung sedikit demi sedikit, menyekolahkan anak dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, menghindari utang konsumtif, serta membangun kebiasaan berbagi merupakan bentuk implementasi dari pesan Al-Hasyr ayat 18,” kata Darodjat.

Menurutnya, pendidikan anak menjadi salah satu bentuk investasi penting untuk menyiapkan generasi yang lebih baik. Keterbatasan ekonomi, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pendidikan.

“Orang tua yang tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya meskipun dengan keterbatasan ekonomi sesungguhnya sedang menjalankan amanah Al-Qur'an untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Selain mengikuti pengajian, para mahasiswa internasional juga menyaksikan penyaluran santunan kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas sosial PCM Rawalo dan sekaligus memperlihatkan secara langsung kepada para mahasiswa bagaimana nilai-nilai keislaman diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Pengalaman tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa internasional UMP untuk mengenal Muhammadiyah tidak hanya melalui lingkungan kampus, tetapi juga melalui aktivitas dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial yang berlangsung di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....