Museum Purbakala Bumiayu Dorong Pelestarian Fosil dan Edukasi Sejarah
- 15 Agt 2026 04:44 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Brebes – Museum Purbakala Bumiayu terus berupaya melestarikan berbagai temuan fosil sekaligus mengenalkan sejarah purbakala kepada masyarakat. Museum yang dikelola secara mandiri tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan peneliti.
Pengelola Museum Purbakala Bumiayu, Rafli Rizal, mengatakan kegiatan pengumpulan fosil telah dilakukan sejak 2013. Bersama para pelestari, pihaknya mengumpulkan berbagai fosil yang ditemukan di sejumlah wilayah Bumiayu, termasuk material fosil yang terbawa arus banjir.
Temuan fosil tersebut kemudian diteliti oleh mahasiswa dan akademisi bidang geologi. Sejak 2015, penelitian di kawasan Bumiayu semakin berkembang dengan keterlibatan sejumlah lembaga arkeologi, termasuk penemuan bagian tengkorak manusia purba di kawasan Bodas.
Saat ini, Museum Purbakala Bumiayu memiliki beragam koleksi fosil, di antaranya Sinomastodon, Stegoloxodon, Stegodon, Elephas, badak, kuda air, kura-kura, kerbau, sapi, rusa, hingga fosil kerang.
"Fosil-fosil itu menjadi bukti otentik. Menandakan dulu Bumiayu itu lautan," kata Rafli.
Selain menyimpan koleksi fosil, museum juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk melakukan penelitian. Edukasi sejarah purbakala kepada pelajar dilakukan melalui kunjungan museum serta program museum goes to school.
Rafli mengatakan keterbatasan sebagai museum mandiri tidak mengurangi upaya pengelola untuk memperkenalkan keberadaan Museum Purbakala Bumiayu kepada masyarakat. Promosi terus dilakukan agar museum semakin dikenal dan dapat mendukung penelitian hingga tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga berbagai peninggalan sejarah yang ditemukan di kawasan Situs Bumiayu. Warga yang menemukan fosil diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa atau pengelola museum agar temuan tersebut dapat ditangani dan dilestarikan.
"Kalau warga atau pelestari menemukan fosil di Situs Bumiayu, dilaporkan minimal ke desa atau ke museum, biar terlestarikan," ujar Rafli.
Upaya pelestarian tersebut diharapkan dapat menjaga fosil sebagai bagian dari kekayaan sejarah Bumiayu sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dan pengembangan penelitian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....