SDN 1 Kecepit Diharapkan Jadi Museum Mini Pendidikan
- 11 Jul 2026 08:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: SDN 1 Kecepit, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara diharapkan menjadi museum mini pendidikan dasar di Banjarnegara. Terlebih setelah bangunan kelasnya ditetapkan sebagai cagar budaya tahun lalu, bersama beberapa benda cagar budaya.
Hal itu diungkapkan guru besar sejarah Universitas Airlangga Surabaya Prof Purnawan Basundoro. Menurut ahli sejarah kota asal Desa Karangsari, Kecamatan Punggelan ini, sekolah tersebut memiliki peninggalan sejarah yang tidak dimiliki sekolah lain.
"Sekolah ini berdiri saat pelaksanaan politik etis di awal abad 20. Buku induknya masih relatif utuh. Ini aset sejarah yang harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, karena merekam sejarah pendidikan dasar modern di Indonesia," ujar Purnawan.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinbudpar Kabupaten Banjarnegara Kuat Herry Istanto, Kamis 10 Juli 2026 saat meninjau sekolah itu mengungkapkan Pemkab memberikan perhatian serius terhadap keberadaan cagar budaya di kabupaten Banjarnegara.
"Ibu Bupati sangat peduli dengan sejarah sekolah ini, dan berharap upaya pelestarian dapat dilaksanakan dengan maksimal. Jadi kita ingin menata salah satu ruang menjadi miniatur kelas jaman dahulu. Harapannya ini bisa menjadi sarana edukasi kepada generasi mendatang bahwa di masa lalu sudah ada sistem pendidikan dasar seperti ini. Ini butuh sinergi antara Dindikpora dengan Dinbudpar" ujar Kuat.
Kepala SDN 1 Kecepit Arif Subekti berharap dengan banyaknya objek cagar budaya di sekolahnya menjadikan pemerintah memperhatikan secara nyata.
"Beberapa bagian gedung sudah rusak dan perlu perbaikan. Kami sangat membutuhkan anggaran untuk hal itu karena kami yakin sebagai bangunan cagar budaya, tidak boleh sembarangan memperbaikinya," ujar Arif.
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara yang juga Ketua Umum Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) Heni Purwono mengatakan pihaknya siap membantu penuh terwujudnya mini museum pendidikan ini. Terlebih saat ini pihaknya tengah didukung oleh Kemenbud bersama LPDP melalui Dana Indonesia Raya.
"Kita ingin SD Kecepit sebagai cagar budaya tidak berhenti di situ, kita juga nanti akan berkolaborasi dengan Disarpus dan Perpusnas agar dokumen Buku Induk Siswa menjadi Memori Kolektif Bangsa. Karena beberapa sekolah yang kami teliti juga memiliki dokumen kuno itu seperti di SDN Pekauman. Itu semua bisa menjadi memori kolektif bangsa tentang pendidikan dasar di Banjarnegara" ujar Heni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....