Pemkab Banyumas Perkuat Edukasi Berkebaya untuk Generasi Muda

  • 24 Jul 2026 17:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berupaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebaya sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui edukasi, kebijakan penggunaan pakaian adat Banyumasan, hingga pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Amyati mengatakan kebaya merupakan bagian dari tradisi masyarakat Banyumas yang harus terus dilestarikan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus dalam menjaga keberlangsungan budaya tersebut.

"Kami selaku pemerintah daerah harus memberikan edukasi bahwa berkebaya merupakan tradisi orang Banyumas. Nilai-nilai itu harus ditanamkan kepada generasi muda agar ke depan mereka ikut melestarikan budaya berkebaya," ujarnya kepada RRI, Jumat (24/7/2026).

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Banyumas telah menerbitkan surat edaran yang mengatur penggunaan pakaian adat Banyumasan setiap Kamis ketiga setiap bulan. Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi aturan berpakaian, tetapi juga menjadi media edukasi dan sosialisasi untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Selain itu, Pemkab Banyumas juga menjadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas sebagai momentum untuk memperkenalkan kebaya khas Banyumas kepada masyarakat. Pada perayaan tersebut, perempuan mengenakan kebaya Banyumas sesuai pakem sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan ciri khas busana daerah.

"Pada Hari Jadi Banyumas, masyarakat selalu menunggu seperti apa tampilan kebaya Banyumas sesuai pakem. Momen itu menjadi sarana memperkenalkan dan menguatkan identitas budaya Banyumas," kata Amy.

Upaya pelestarian budaya juga dilakukan melalui berbagai program yang diselenggarakan Dinporabudpar, seperti workshop sinden, dalang, seni teater, seni rupa, hingga pedalangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Museum Wayang Banyumas dan Taman Budaya Soetedja.

Dalam setiap kegiatan tertentu, peserta perempuan diwajibkan mengenakan pakaian adat Banyumasan sesuai ketentuan. Menurut Ami, kebiasaan tersebut diharapkan mampu membangun rasa bangga terhadap kebaya sejak dini.

Meski demikian, Ami mengakui upaya mengajak generasi muda mencintai kebaya tidak lepas dari berbagai tantangan. Pengaruh media sosial dan tren fesyen modern membuat sebagian anak muda menganggap kebaya sebagai pakaian yang kuno dan kurang praktis.

"Ini menjadi tantangan kami untuk terus mengedukasi generasi muda bahwa memakai kebaya tidak kuno dan tidak ketinggalan zaman. Sekarang sudah banyak inovasi desain kebaya dari para desainer sehingga lebih modern dan nyaman digunakan," katanya.

Untuk menjangkau kalangan muda, Pemkab Banyumas juga memanfaatkan ajang Pemilihan Kakang Mbekayu Banyumas sebagai media promosi budaya. Para finalis diharapkan menjadi duta yang mampu mengajak generasi muda mencintai dan mengenakan kebaya sebagai bagian dari identitas budaya Banyumas.

Ami optimistis, melalui edukasi yang berkelanjutan, dukungan berbagai program kebudayaan, serta inovasi desain kebaya yang mengikuti perkembangan zaman, minat generasi muda terhadap kebaya akan terus meningkat sehingga tradisi berkebaya di Banyumas tetap lestari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....