Bukan Sekadar Warisan, Pelestarian Sejarah Banyumas Butuh Peran Generasi Muda
- 14 Agt 2026 10:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pelestarian sejarah Banyumas tidak hanya berkaitan dengan menjaga bangunan dan benda peninggalan masa lalu. Cerita sejarah, tokoh, bahasa, serta budaya lokal juga perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang atau mengalami perubahan makna.
Hal itu disampaikan oleh Camat Purwokerto Timur sekaligus konten kreator, Oka Yudhistira Pranayudha, S.STP, M.Si, saat diwawancarai oleh Tim Dokumenter RRI Purwokerto di Kantor Kecamatan Puwokerto Timur, pada Rabu (12/8/26). Ia mengatakan, Banyumas memiliki banyak rumah tua, benda, tokoh, dan cerita sejarah yang perlu dirawat serta dikenalkan kepada masyarakat.
Menurutnya, pelestarian secara fisik menghadapi tantangan karena banyak bangunan bersejarah merupakan aset milik pribadi. Di sisi lain, bangunan yang termasuk atau diduga sebagai cagar budaya juga memiliki ketentuan dalam proses pemeliharaan dan rehabilitasinya.
“Di Banyumas masih banyak rumah-rumah tua, tapi juga ada tantangannya. Tantangannya adalah pemeliharaannya,” katanya.
Untuk bangunan bersejarah yang masih ada, Oka memilih melakukan pendekatan edukatif kepada pemilik. Ia berupaya mengenal pemilik bangunan sekaligus mengajak mereka mempertahankan dan merawat bangunan yang memiliki nilai sejarah.
Selain peninggalan fisik, Oka menilai pelestarian sejarah nonfisik juga tidak kalah penting. Generasi muda juga berperan penting untuk mencari tahu kebenaran sejarah, budaya, dan cerita lokal sebelum ikut menyebarkannya.
Oka berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah dan budaya Banyumas sebagai cerita yang diwariskan, tetapi juga memahami sumber dan makna di baliknya. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada kebanggaan, tetapi juga disertai pemahaman yang benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....