Konservasi Ikan Sungai Berem Banyumas Bertahan Empat Tahun

  • 07 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya pelestarian ikan di Sungai Berem, Desa Banjaranyar, Kabupaten Banyumas, terus berjalan secara swadaya. Kawasan konservasi yang digagas warga tersebut telah bertahan selama empat tahun dan menjadi ruang edukasi masyarakat untuk menjaga ekosistem sungai.

Penggiat konservasi ikan, Kuat Pujianto, mengatakan dirinya menjadi salah satu penggerak pelestarian Sungai Berem sejak awal. Namun, ia menegaskan tidak berstatus sebagai pengelola resmi kawasan konservasi tersebut.

Kuat menyebut, sebelum 2015, aktivitas penangkapan ikan yang merusak masih marak terjadi di Sungai Berem. Praktik tersebut antara lain menggunakan setrum hingga bahan peledak.

“Saat itu banyak kegiatan destructive fishing atau cara menangkap ikan yang merusak, salah satunya memakai setrum dan bom. Sehingga pada 2015 kami bersama rekan-rekan fishing mulai sosialisasi kepada masyarakat dan membentuk paguyuban Kaliberem Fishing Club,” ujar Kuat.

Setelah komunitas terbentuk, praktik penangkapan ikan secara destruktif mulai berkurang. Namun, persoalan lain muncul berupa penangkapan ikan secara berlebihan yang menyebabkan populasi ikan lokal terus menurun.

Kondisi tersebut mendorong Kuat bersama warga mengambil langkah konservasi dengan membentuk zona suaka ikan pada 2022.

“Pada 2022, karena melihat populasi ikan berkurang, saya berinisiatif membuat zona suaka untuk perlindungan ikan,” ungkapnya.

Pengelolaan kawasan konservasi dilakukan secara sederhana dengan melibatkan masyarakat sekitar. Tidak terdapat petugas maupun jadwal piket khusus. Warga secara sukarela membantu membersihkan sungai sekaligus melakukan pengawasan.

Sementara itu, kebutuhan perawatan kawasan dipenuhi melalui swadaya masyarakat dan kontribusi pengunjung. Pengunjung juga dapat membeli pakan ikan yang telah disediakan di lokasi untuk memberi makan ikan.

Dua jenis ikan yang cukup dominan di kawasan tersebut yakni ikan brek atau tawes sirip merah dan ikan wilem.

Kawasan konservasi Sungai Berem memiliki zona inti sepanjang sekitar 500 meter. Di area tersebut, masyarakat dilarang menangkap ikan. Sementara aktivitas penangkapan masih diperbolehkan di zona yang ditetapkan sebagai kawasan perikanan berkelanjutan.

Kawasan Sungai Berem juga mulai menjadi tujuan kunjungan masyarakat. Warga lokal datang hampir setiap hari, sementara pada waktu tertentu pengunjung dari luar Banyumas turut datang untuk menikmati suasana sungai sekaligus memberi makan ikan.

Setelah empat tahun berjalan, keberadaan kawasan konservasi mulai memberikan dampak positif. Populasi ikan dinilai semakin meningkat, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem sungai.

“Yang tampak, ikan jauh lebih banyak, dan masyarakat juga mendapat edukasi untuk tidak mengeksploitasi ikan di zona inti kawasan konservasi,” kata Kuat.

Meski demikian, hingga kini pengelolaan kawasan tersebut belum mendapat dukungan resmi dari pemerintah desa maupun Dinas Perikanan Kabupaten Banyumas.

Kuat berharap upaya konservasi Sungai Berem dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi wilayah lain untuk menjaga kelestarian ikan serta ekosistem sungai secara mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....