UNU Purwokerto Integrasikan KKN dengan Program Pembangunan Desa
- 12 Agt 2026 10:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto mengembangkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pesantren sebagai salah satu pola pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diintegrasikan dengan program di tingkat desa dan kecamatan agar kehadiran mahasiswa dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rektor UNU Purwokerto, Achmad Iqbal, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan akademik mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan di lingkungan masyarakat.
“Perguruan tinggi harus hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan solusi nyata yang berdampak langsung,” kata Achmad usai meneken kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, KKN menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di kampus dengan persoalan yang ditemui langsung di masyarakat. Melalui pola tersebut, mahasiswa dapat terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan desa maupun kecamatan.
UNU Purwokerto saat ini memiliki tiga fakultas dengan 21 program studi dan sekitar 2.500 mahasiswa. Kampus tersebut juga memiliki mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang, termasuk penerima beasiswa yang berasal dari Papua.
Keberagaman mahasiswa tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pendidikan dan pengabdian. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di lingkungan akademik, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan KKN.
KKN berbasis pesantren yang dikembangkan UNU Purwokerto menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Program ini menghubungkan kegiatan mahasiswa dengan lingkungan pesantren sekaligus mengintegrasikannya dengan program di tingkat desa dan kecamatan.
Dengan pola tersebut, kegiatan KKN tidak berdiri sendiri. Program mahasiswa dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan yang sudah berjalan di masyarakat, sehingga keberadaan mahasiswa di lapangan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan setempat.
Achmad mengatakan pendekatan tersebut juga dapat dipadukan dengan kegiatan akademik lainnya, seperti penelitian dan magang. Integrasi itu dinilai dapat memperluas peran mahasiswa sekaligus meningkatkan manfaat keberadaan perguruan tinggi bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap berbagai program prioritas Pemda dapat dipadukan dengan riset, magang, dan KKN mahasiswa sehingga membawa manfaat yang maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Sejumlah persoalan seperti peningkatan mutu pendidikan, penguatan ekonomi, pemanfaatan teknologi digital, hingga pemberdayaan masyarakat desa membutuhkan dukungan dari kalangan akademisi.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi diperlukan, termasuk melalui penelitian, inovasi, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Tantangan-tantangan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi,” tuturnya.
Kerja sama antara Pemkab Banyumas dan UNU Purwokerto kemudian diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Salah satu bentuk yang dapat dikembangkan yakni menghubungkan program pemerintah di desa dan kecamatan dengan kegiatan KKN mahasiswa.
Sadewo juga meminta agar kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi segera diterjemahkan ke dalam program yang terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
“Setelah penandatanganan ini, saya juga minta masing-masing pihak dapat segera menindaklanjutinya dalam bentuk program dan kegiatan yang terukur, sesuai bidang dan kebutuhan yang disepakati,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....