Sosialisasi Magot BSF Buka Peluang Baru, Peternak Lele Tertarik Produksi Sendiri

  • 12 Agt 2026 10:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap — Mahasiswa KKN Kelompok 08 UNUGHA Cilacap menggelar sosialisasi budidaya magot Black Soldier Fly (BSF) di Balai Pertemuan Desa Sidamulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan itu membuka peluang baru bagi warga untuk memanfaatkan limbah organik sekaligus pakan ternak.

Mahasiswa mengenalkan magot BSF mulai dari cara budidaya hingga pemanfaatannya sebagai pakan alternatif ikan. Masyarakat juga diajak memahami pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai media budidaya magot. Penjelasan itu menarik perhatian Hendar, warga yang telah beternak ikan lele selama sekitar 10 tahun.

Ketika mengetahui magot dapat dijadikan pakan ikan, ia melihat peluang yang sesuai dengan usahanya. Ketertarikan itu muncul langsung saat sosialisasi berlangsung. Hendar mengaku baru mengetahui potensi magot secara mendalam setelah mendengar penjelasan mahasiswa KKN.

"Tadi setelah dijelaskan, saya jadi tertarik untuk mencoba produksi magot sendiri. Saya sudah kurang lebih 10 tahun beternak lele, jadi kalau magot ini bisa dimanfaatkan untuk pakan, menurut saya cukup menarik untuk dicoba," ujar Hendar.

Bagi Hendar, informasi itu memberi gambaran baru bahwa budidaya magot tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga dapat dikaitkan dengan kegiatan budidaya ikan yang selama ini ia tekuni. Ketertarikannya menjadi salah satu respons positif masyarakat terhadap materi yang disampaikan.

Mahasiswa KKN Kelompok 08 menjelaskan bahwa salah satu potensi magot terletak pada kemampuannya memanfaatkan limbah organik sebagai sumber makanan. Dengan pengelolaan yang tepat, sisa makanan yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan dalam proses budidaya magot.

Hal tersebut membuat sosialisasi tidak hanya berbicara mengenai cara menghasilkan magot , tetapi juga memperkenalkan pola pemanfaatan limbah yang lebih produktif. Masyarakat dapat melihat bahwa pengelolaan sampah organik dan kegiatan budidaya dapat saling berkaitan.

Antusiasme Hendar menjadi salah satu contoh bahwa informasi yang disampaikan secara langsung kepada masyarakat dapat memunculkan ide baru yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Terlebih, pengalaman Hendar selama bertahun-tahun beternak lele membuatnya dapat melihat sendiri kemungkinan pemanfaatan magot dalam usaha yang sudah dijalaninya.

Selain sosialisasi magot, KKN Kelompok 08 UNUGHA juga memperkenalkan inovasi Tong Sampah Minim Asap dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair dari air cucian beras. Kegiatan-kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah organik.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat Desa Sidamulya tidak hanya mengenal magot sebagai pakan alternatif, tetapi juga melihat potensi pengembangannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Ketertarikan yang muncul diharapkan menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Zahra Nurul Fitria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....