Mahasiswa KKN UIN Saizu Dorong Warga Karangpetir Manfaatkan Limbah Sekam
- 21 Agt 2026 23:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Kelompok 29 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto menggelar lokakarya pengolahan limbah sekam padi menjadi arang briket di Aula Balai Desa Karangpetir pada Jumat (21/8/2026). Inisiatif ini digagas guna menjawab persoalan tumpukan limbah pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Mayoritas penduduk Desa Karangpetir yang bermata pencaharian sebagai petani menghasilkan ketersediaan sekam padi melimpah pascapanen yang selama ini hanya sebatas campuran media tanam. Perangkat Desa Karangpetir, Amir menyambut positif kehadiran lokakarya ini karena mampu membuka wawasan warga mengenai nilai ekonomis limbah pertanian.
"Workshop ini bagus, membantu masyarakat desa tahu bahwa limbah padi bisa dimanfaatkan menjadi arang dan ekonomi masyarakat," kata Amir
Melalui lokakarya ini, mahasiswa KKN melatih warga mengolah sekam padi menjadi arang briket yang ramah lingkungan dengan emisi asap jauh lebih sedikit dibanding arang kayu biasa. Tidak hanya teori, para peserta juga diajak mempraktikkan langsung tahapan pembuatan mulai dari pengarangan sekam, pencampuran perekat alami, pencetakan, hingga pengeringan.
Inovasi pengolahan limbah sekam padi menjadi bahan bakar alternatif ini turut mendapat perhatian serius dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangpetir. Ketua BPD Desa Karangpetir, Sunaryo menegaskan pentingnya keberlanjutan sosialisasi agar pemanfaatan limbah sekam ini dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
"Sebelumnya sekam padi hanya digunakan untuk campuran media tanam polybag, sehingga arang briket ini menjadi alternatif baru di Karangpetir. Harapannya disosialisasikan terus ke masyarakat, ditekankan manfaatnya untuk mengurangi limbah, dan kalau manfaatnya terbukti banyak, masyarakat tentu akan mencoba membuatnya," ungkap Sunaryo
Selain mengapresiasi inovasi pengolahan arang briket, pihak BPD juga menyoroti keaktifan dan dedikasi mahasiswa KKN selama menjalankan masa pengabdian di Desa Karangpetir. Mahasiswa dinilai sukses membaur dengan masyarakat desa dan memberikan kontribusi nyata dalam berbagai program pemberdayaan.
Keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa KKN dan warga desa ini menjadi bukti terciptanya hubungan sosial yang harmonis selama 40 hari masa pengabdian. Ketua BPD Desa Karangpetir, Sunaryo menyampaikan penilaian dan apresiasi tertingginya terhadap kinerja seluruh mahasiswa KKN Kelompok 29.
"Teman-teman KKN dari UIN Saizu Purwokerto selama kurang lebih 40 hari di Karangpetir mampu menyatu dengan warga masyarakat, bantuan dan partisipasinya cukup banyak, saya nilai luar biasa,"pungkas Sunaryo
Melalui pelatihan pembuatan arang briket ini, mahasiswa KKN Kelompok 29 UIN Saizu resmi membekali warga Karangpetir keterampilan mandiri dalam mengelola potensi lokal. Sinergi antara akademisi dan pemerintah desa diharapkan dapat terus berlanjut guna mendongkrak perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (Muhamad Saepul Saputra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....