UMP Perkuat Layanan Pendidikan bagi Mahasiswa Penyandang Disabilitas
- 11 Agt 2026 15:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memperkuat layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas melalui Smart Disability Service Center (SDSC). Unit layanan tersebut disiapkan untuk memastikan mahasiswa disabilitas mendapatkan akses pendidikan dan dukungan yang sesuai selama menempuh studi di UMP.
Ketua Panitia Seminar Penguatan Ekosistem Pendidikan Inklusif UMP, Sriyanto, mengatakan keberadaan SDSC menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang dapat diakses seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Menurutnya, UMP juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk Komisi Nasional Disabilitas (KND), Sentra Satria Banyumas di bawah Kementerian Sosial, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
"Tujuan dari kegiatan seminar ini sebetulnya kita ingin membangun kolaborasi dan melaksanakan amanah undang-undang terkait pendidikan inklusi di Indonesia, sehingga Universitas Muhammadiyah Purwokerto menjadi perguruan tinggi yang siap menerima semua masyarakat dalam kondisi atau keadaan seperti apa pun," ujarnya.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Saefurrohman, mengatakan pendidikan inklusif merupakan amanat undang-undang yang perlu diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, termasuk perguruan tinggi.
"Pendidikan inklusif ini adalah amanat undang-undang bagi kita insan pendidikan. Dari mulai PAUD, pendidikan dasar dan menengah, perguruan tinggi, kita wajib untuk mengedepankan pendidikan inklusif," katanya.
Komitmen tersebut juga ditunjukkan melalui dukungan UMP terhadap mahasiswa penyandang disabilitas. Salah satunya Eprisa, lulusan Program Studi Pendidikan Informatika UMP yang menggunakan kursi roda.
Eprisa berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude. Setelah lulus, UMP kemudian mengangkatnya sebagai staf dan saat ini terlibat dalam pengelolaan penerimaan mahasiswa baru di program studinya.
Saefurrohman mengatakan pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa penyandang disabilitas dapat berkembang dan berprestasi apabila memperoleh akses serta dukungan yang memadai.
"Di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kami berkomitmen untuk selalu menampung mahasiswa disabilitas. Salah satu mahasiswi kami dari Pendidikan Informatika berhasil lulus dengan cumlaude dan karena prestasinya kami angkat menjadi staf di Universitas Muhammadiyah Purwokerto," ucapnya.
UMP meluncurkan SDSC dalam Seminar Penguatan Ekosistem Pendidikan Inklusif bersama KND pada 29 Juli 2026. Kehadiran unit layanan tersebut diharapkan memperkuat pendampingan bagi mahasiswa disabilitas sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....