BI Purwokerto Dorong Digitalisasi Masjid dan Optimalisasi Pengelolaan Ziswaf
- 11 Agt 2026 13:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Bank Indonesia Purwokerto bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Banyumas mendorong pengelola masjid memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kemakmuran masjid dan pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta wakaf atau ziswaf.
Upaya tersebut dilakukan melalui workshop bertajuk “Memakmurkan Masjid melalui Digitalisasi dan Optimalisasi Pengelolaan Ziswaf” yang digelar di Aula PDM Masjid 17 Purwokerto, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian Selaras dan Festival Literasi yang digagas Bank Indonesia, dengan menghadirkan Ketua Takmir Masjid Al Falah Sragen sekaligus penulis buku Strategi Memakmurkan Masjid, Ustadz Kusnadi Ikhwani, sebagai narasumber.
Ketua DMI Banyumas mengatakan, pembinaan terhadap takmir masjid dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga, di antaranya Lazismu, Lazisnu, dan Lazis Al Irsyad.
Menurutnya, masjid di Banyumas memiliki latar belakang organisasi yang beragam sehingga diperlukan sinergi dalam pengelolaannya. Dari sisi pendanaan, DMI juga bekerja sama dengan perbankan dan Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas.
Ia mengakui, belum seluruh masjid di Banyumas menerapkan sistem digital dalam pengelolaannya. Tantangan terbesar justru terletak pada sumber daya manusia dan kebiasaan masyarakat yang masih terbiasa menggunakan sistem konvensional.
“Masalah ketakmiran yang paling berat adalah motivasi, agar masjid benar-benar menjadi pusat ibadah dan pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, aktivitas di sejumlah masjid selama ini masih cenderung ramai pada waktu-waktu tertentu, seperti salat Magrib dan Subuh. Karena itu, pengelolaan masjid perlu terus dikembangkan agar keberadaannya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sementara terkait digitalisasi, menurutnya, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan kebiasaan masyarakat dalam menyalurkan sedekah secara langsung melalui kotak amal.
“Masyarakat biasa langsung menyalurkan sedekah ke kotak amal secara manual, karena tidak semua akrab dengan teknologi,” ujarnya.
Salah satu peserta workshop, Izza dari Masjid Jami Baitulrahman, mengatakan dirinya mengetahui kegiatan tersebut melalui media sosial Bank Indonesia. Ia mengikuti workshop untuk menambah pengetahuan mengenai pengelolaan masjid dan digitalisasi.
Izza berencana menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara bertahap di masjidnya. Ia berharap digitalisasi dapat membantu meningkatkan pengelolaan masjid sekaligus mengoptimalkan penghimpunan dan pemanfaatan ziswaf.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....