Delegasi Banyumas Siapkan Tari Kelana Lengger untuk Tampil di Istana Negara

  • 10 Agt 2026 19:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Kontingen penari Kabupaten Banyumas tengah mempersiapkan penampilan tari Kelana Lengger untuk upacara penurunan bendera pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, 17 Agustus 2026. Karya tari tersebut disiapkan khusus untuk menampilkan identitas budaya Banyumas dalam agenda kenegaraan.

Koreografer sekaligus pelatih kontingen Banyumas, Rianto, mengatakan Kelana Lengger menggambarkan perjalanan kesenian lengger dari masa ke masa. Menurutnya, karya tersebut memadukan unsur lengger, banceran, serta ebeg atau kuda kepang. Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan kesenian Banyumasan kepada generasi muda.

"Kelana ini adalah sebuah siklus perjalanan tentang lengger. Bagaimana perjalanan sejarah lengger dari zaman ke zaman dan dari generasi ke generasi semakin mengalami perubahan," ujar Rianto kepada RRI, Senin (10/8/2026).

Rianto menjelaskan, karya tersebut tetap mempertahankan karakter asli kesenian Banyumasan. Hal itu terlihat dari penggunaan gerakan lengger dan ebeg, gerakan pasangan, hingga ciri khas Banyumasan seperti ngerayung. Unsur tradisi juga diperkuat melalui kostum, musik calung, serta lirik yang mengangkat identitas Banyumas.

Persiapan penampilan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Proses seleksi penari berlangsung pada 6 dan 7 Agustus 2026. Setelah itu, para penari langsung menjalani latihan untuk mengejar materi koreografi dan pola lantai sebelum keberangkatan menuju Jakarta pada 12 Agustus 2026.

Rianto mengatakan, keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri karena para penari harus menguasai karya baru dalam waktu singkat. Namun, seluruh penari dipilih dari berbagai sanggar dan sekolah seni di Kabupaten Banyumas.

"Kita diberikan waktu untuk lima menit karya untuk menampilkan sebagai penutupan penurunan bendera. Ini memang spesial karena Banyumas menjadi satu-satunya kabupaten yang dipilih untuk tampil dalam penutupan," katanya.

Kontingen Banyumas menyiapkan sekitar 100 penari dengan rentang usia 15 hingga 25 tahun. Secara keseluruhan, anggota kontingen mencapai sekitar 120 orang yang terdiri atas penari, pelatih, dan official.

Salah satu peserta, Febrian Saputra Dewa, mengatakan dirinya mengikuti proses seleksi sebagai delegasi dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang. Seleksi terbuka bagi peserta dari berbagai instansi, sanggar, maupun perseorangan.

Menurut Febrian, tantangan utama dalam persiapan adalah menjaga stamina dan konsentrasi. Para penari harus menguasai koreografi serta pola lantai dalam waktu sekitar tiga hari latihan intensif.

"Yang paling penting itu stamina. Karena stamina sangat diperlukan, kita latihan hanya singkat sekali, kurang lebih hanya tiga hari. Kita harus mengejar materi dan pola lantai," ujar Febrian.

Selain Kelana Lengger, penampilan Banyumas juga akan memadukan tari Baladewa, yang merupakan tari gagahan putra. Tari tersebut akan ditampilkan oleh penari laki-laki dan perempuan dalam satu rangkaian pertunjukan.

Febrian mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi bagian dari delegasi Banyumas. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya tampil di Istana Negara setelah sebelumnya belum berkesempatan mengikuti penampilan serupa.

"Bangga banget, apalagi buat saya yang pertama kali. Kali ini diberikan kesempatan untuk ikut bergabung dan berproses bersama seniman-seniman Indonesia," katanya.

Rianto berharap penampilan di Istana Negara dapat menjadi momentum untuk memperluas pengenalan budaya Banyumas, khususnya kepada generasi muda. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang mau mempelajari dan mengembangkan kesenian tradisional Banyumasan.

Sementara itu, Febrian berharap penampilan tersebut dapat membuat budaya Banyumas semakin dikenal masyarakat luas dan tetap eksis di tengah perkembangan zaman.

Kontingen Banyumas dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 12 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian persiapan sebelum tampil dalam upacara penurunan bendera pada 17 Agustus 2026 di Istana Negara. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....