Mahasiswa UMP Edukasi Bahaya Formalin pada Makanan di SDN 2 Dukuhwaluh

  • 10 Agt 2026 11:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya menjadi perhatian dalam kegiatan edukasi yang digelar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di SD Negeri 2 Dukuhwaluh. Sosialisasi bertajuk “Bahaya Formalin pada Makanan” itu menyasar orang tua murid, guru, dan komite sekolah.

Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik UMP, Nova Khairunnisa, yang menjadi pemateri mengatakan, edukasi mengenai keamanan pangan penting diberikan seiring meningkatnya konsumsi makanan olahan di masyarakat.

Menurutnya, makanan olahan banyak dipilih karena praktis untuk disiapkan. Namun, temuan penggunaan formalin pada makanan olahan maupun bahan mentah masih terjadi setiap tahun.

“Kesadaran masyarakat perlu terus dibangun agar lebih waspada terhadap bahaya formalin pada makanan,” ujarnya.

Nova berharap edukasi tersebut mendorong orang tua lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak, termasuk jajanan yang dibeli di lingkungan sekolah.

Ia mengingatkan, anak-anak membutuhkan asupan makanan yang aman untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Karena itu, orang tua perlu membiasakan diri memilih dan menyiapkan makanan yang sehat agar anak terhindar dari risiko kesehatan akibat bahan pangan berbahaya.

Dosen pembimbing kegiatan, Fu’ad Minan Zuhri, S.Tr.Kes., mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa UMP kepada masyarakat sekaligus penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilih jajanan untuk siswa SD Negeri 2 Dukuwaluh.

“Peserta, baik guru maupun komite sekolah, menjadi lebih waspada terhadap jajanan yang dikonsumsi siswa, terutama jajanan yang dijual di sekitar lingkungan sekolah,” katanya.

Pihak SD Negeri 2 Dukuwaluh menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap edukasi mengenai keamanan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta juga diperkenalkan pada pengertian formalin, alasan penggunaannya secara ilegal pada pangan, dampaknya bagi kesehatan, serta cara sederhana mengenali makanan yang diduga mengandung formalin.

Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, guru, komite, dan orang tua diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....