Bupati Fahmi Dorong Batik Purbalingga Naik Kelas

  • 10 Agt 2026 08:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mendorong batik lokal agar semakin dikenal dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, penguatan merek, serta penyesuaian produk dengan kebutuhan pasar.

Dorongan tersebut disampaikan Fahmi saat menghadiri Gebyar Merdeka UMKM 2026 di Pendapa Dipokusumo, Purbalingga, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Purbalingga tersebut juga menghadirkan pemilik Batik Trusmi Cirebon, Sally Giovanny, dalam sesi success story pengembangan usaha batik.

Fahmi mengatakan pengalaman pengembangan Batik Trusmi dapat menjadi pembelajaran bagi perajin batik Purbalingga, terutama dalam membangun merek, mengemas cerita produk, dan membaca kebutuhan pasar.

"Kita harus bisa membuat produk yang fit to market, yakni produk yang dibutuhkan masyarakat. Produk harus dikenalkan dan di-branding sehingga relevan dengan kebutuhan, menjadi tren, dan disukai masyarakat," kata Fahmi.

Menurutnya, batik Purbalingga memiliki potensi besar karena tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai historis dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai tersebut perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan agar sesuai dengan perkembangan zaman.

"Batik ini harus menjadi ikon dan trendsetter. Ketika memakai batik, harus menjadi kebanggaan," ujarnya.

Fahmi mengatakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap mendampingi dan berkolaborasi dengan para perajin untuk meningkatkan kualitas produk, melakukan kurasi, memperkuat branding, serta mengemas cerita di balik produk. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing batik Purbalingga.

"Kami Pemkab siap mendampingi dan berkolaborasi dengan para pengrajin dengan berbagai potensi yang dimiliki, yang bisa ditingkatkan dan dikurasi sehingga menjadi komoditas unggulan Purbalingga," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga, Agung Widiarto, mengatakan Gebyar Merdeka UMKM 2026 menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan dan memperkuat kolaborasi antarpihak. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan pelaku UMKM, dunia usaha, perusahaan, dan BUMD.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Purbalingga juga menyerahkan hibah senilai total Rp1,531 miliar kepada 103 pelaku usaha, serta sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dan sertifikat halal.

"Ini menjadi momentum untuk akselerasi dan kolaborasi pengembangan UMKM Purbalingga," kata Agung.

Agung menambahkan, pengembangan UMKM membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu memperkuat kapasitas UMKM dalam mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....