813 ATS di Banyumas Kembali Sekolah lewat PKBM Surya Muhammadiyah

  • 09 Agt 2026 19:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Sebanyak 813 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Banyumas kembali mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah. Mereka mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang digelar bersama 25 PKBM.

Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PKBM Surya Muhammadiyah Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Minggu (9/8/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Bupati mengapresiasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, pengelola PKBM, tutor, serta pihak lain yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, keterlibatan PKBM membantu pemerintah daerah memperluas akses pendidikan sekaligus menekan jumlah ATS di Banyumas.

“PKBM ini sudah mampu merangkul lebih dari 800 warga belajar untuk kembali mengenyam pendidikan. Ini adalah dukungan luar biasa bagi Pemkab Banyumas dalam mengentaskan anak tidak sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan PKBM tidak hanya memberikan kesempatan bagi warga untuk kembali belajar, tetapi juga membantu peserta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan.

Bupati meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius dan aktif selama mengikuti proses pembelajaran.

Ia menegaskan, penanganan ATS dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, persoalan pendidikan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, akademisi, dan masyarakat.

Program tersebut menjadi bagian dari Program Pasti Sekolah yang merupakan salah satu dari Trilas Bupati. Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Muhammadiyah, untuk memastikan semakin banyak warga yang kembali mendapatkan akses pendidikan.

Ketua Penyelenggara MPLS PKBM Surya Muhammadiyah, Asep Saeful Anwar, mengatakan dari 813 warga belajar tersebut, sebanyak 213 mengikuti Paket A, 225 Paket B, dan 374 Paket C.

Menurutnya, peserta yang mengikuti program ini memiliki latar belakang dan usia yang beragam. Bahkan, terdapat peserta berusia hingga 55 tahun serta pasangan suami istri yang mendaftar untuk kembali melanjutkan pendidikan.

“Dari total 813 peserta yang masuk, terdiri dari 213 warga belajar Paket A, 225 Paket B, dan 374 Paket C. Latar belakang pesertanya sangat beragam, bahkan ada yang berusia hingga 55 tahun dan pasangan suami istri yang antusias mendaftar bersama,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....