81 Tahun PMI: Stok Darah Banyumas Aman, Regenerasi Pendonor Terus Didorong
- 17 Sep 2026 23:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Palang Merah Indonesia (PMI) memperingati hari jadinya yang ke-81 pada 17 September 2026. Tahun ini, PMI mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama” yang menekankan pentingnya kepedulian dan kebersamaan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Kepala Unit Pengolah Darah (UPD) PMI Kabupaten Banyumas, dr. Winda Astuti mengatakan, tema tersebut menggambarkan kepedulian sebagai langkah awal untuk bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan PMI, termasuk pelayanan donor darah dan penanganan kebutuhan darah bagi pasien maupun korban bencana.
“Peduli itu adalah suatu awal, bergerak adalah suatu wujud, bersama itu adalah suatu kebersamaan,” kata Winda kepada RRI, Kamis (17/9/2026).
Di Banyumas, salah satu upaya PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan dilakukan dengan menjaga ketersediaan darah. Saat ini, stok darah di UPD PMI Banyumas mencapai sekitar 2.000 kantong.
Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama sekitar lima hari. Setiap hari, UPD PMI Banyumas menyalurkan sekitar 250 hingga 300 kantong darah untuk kebutuhan rumah sakit di Banyumas maupun daerah lain.
"Kebutuhan darah dari wilayah Banyumas sendiri mencapai sekitar 200 kantong per hari," tutur Winda.
Winda mengatakan, PMI menetapkan stok minimal untuk kebutuhan tiga hari. Jika persediaan berada di bawah batas tersebut, PMI akan menambah kegiatan donor darah melalui mobile unit.
Selain itu, PMI melakukan sosialisasi kepada masyarakat, menjadwalkan kegiatan donor darah di berbagai lokasi, menggelar donor massal, serta mengingatkan pendonor melalui WhatsApp ketika sudah memasuki waktu untuk kembali mendonorkan darah.
“Kalau sudah di bawah tiga hari kita harus action, dengan menambahkan jadwal mobile unit,” ujarnya.
Selain menjaga jumlah persediaan, PMI Banyumas juga terus memperhatikan kualitas darah. Proses tersebut dilakukan mulai dari pengambilan darah dari pendonor, pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian kepada pasien dengan mengikuti standar dan regulasi yang berlaku.
UPD PMI Banyumas juga mengembangkan pemanfaatan plasma darah. Plasma yang merupakan salah satu komponen darah dapat digunakan sebagai bahan untuk proses pembuatan obat, antara lain yang berkaitan dengan albumin dan faktor pembekuan.
Dalam pengembangannya, UPD PMI Banyumas bekerja sama dengan mitra dari Korea Selatan. Winda mengatakan, Banyumas menjadi salah satu dari tiga unit di Indonesia yang telah melakukan pengiriman plasma untuk proses tersebut.
“Kami sudah mengirimkan 21 kali untuk proses plasma untuk menjadi bahan obat. Kerja sama tersebut berlangsung selama lima tahun dan dapat diperpanjang untuk periode berikutnya,” katanya.
Pada usia ke-81 PMI, Winda mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian dan terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Ia secara khusus mendorong generasi muda untuk ikut menjadi pendonor darah sebagai bagian dari regenerasi pendonor.
“Sedikit apa pun yang memang kita lakukan itu pasti bermakna buat semuanya. Karena darah ini tidak ada pabriknya, jadi harus dari manusia ke manusia,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....