Hadapi Kemarau, Pembudidaya Ikan Banyumas Diminta Sesuaikan Pola Budidaya
- 22 Sep 2026 15:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas mendorong pembudidaya ikan menyesuaikan pola budidaya untuk menghadapi musim kemarau panjang 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi perikanan di tengah berkurangnya ketersediaan air.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Banyumas, Elita Rosiyani, mengatakan kemarau panjang dapat menyebabkan sejumlah kolam tidak berfungsi sehingga berdampak pada produksi perikanan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu menyebabkan produksi menurun jika pembudidaya menerapkan strategi yang sesuai dengan ketersediaan air.
Elita mengatakan, pada kolam konvensional yang sangat bergantung pada air alami, pembudidaya dapat mengurangi jumlah ikan yang ditebar ketika debit air mulai berkurang.
Untuk budidaya ikan lele, misalnya, kepadatan tebar yang dalam kondisi normal dapat mencapai sekitar 200 hingga 400 ekor per meter persegi dapat dikurangi menjadi sekitar 100 hingga 150 ekor per meter persegi saat kondisi air terbatas.
Selain mengurangi kepadatan tebar, pembudidaya juga dapat mengubah metode budidaya menggunakan kolam terpal atau sistem sirkulasi air. Penggunaan aerator maupun kincir juga dapat membantu menjaga kualitas air.
Elita menjelaskan, aerasi yang baik dapat meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air sekaligus membantu mengurangi penumpukan limbah organik yang berpotensi menjadi racun bagi ikan.
“Kalau aerasinya bagus, kincirnya bagus itu bisa meminimalisir limbah organik. Kemudian juga dengan proses aerasi yang bagus itu akan mengurangi frekuensi penggantian air,” jelasnya.
Menurutnya, metode tersebut tidak hanya dapat diterapkan saat musim kemarau, tetapi juga pada kondisi normal karena membantu menjaga kualitas air dan efisiensi penggunaan air dalam budidaya.
Penerapan sistem aerasi dan kincir, salah satunya telah dilakukan pembudidaya ikan di wilayah Kutasari, Banyumas.
Elita berharap penyesuaian pola budidaya dapat membantu pembudidaya tetap produktif meski menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....