AI Makin Lazim di Dunia Pendidikan, Akademisi: Ketergantungan Jadi Tantangan
- 06 Agt 2026 09:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin lazim di dunia pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Kehadiran AI memberikan kemudahan dalam mendukung proses belajar, namun penggunaan yang berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan dan memengaruhi kemampuan peserta didik dalam berpikir secara mandiri.
Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dr. Edi Santoso, mengatakan perkembangan AI merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang tidak dapat ditolak. Karena itu, pemanfaatannya perlu diarahkan agar tetap sejalan dengan tujuan pendidikan.
Penggunaan AI juga semakin umum di kalangan mahasiswa, termasuk untuk membantu mengerjakan tugas, membuat presentasi hingga menyusun artikel. Kemudahan tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan peserta didik untuk tetap menjalani proses belajar secara mandiri.
“Karena sekarang apa-apa itu diserahkan ke AI, misalnya mahasiswa diberi tugas, lazimnya atau semestinya mahasiswa ini nyari data, kemudian mensetesa data, menganalisis data, yang dipakai kemampuan dia personal. Nah dengan ada AI, itu kan terlewat semua. Dia kehilangan skill untuk mencari data, dia kehilangan skill untuk menganalisis data, akhirnya apa, daya kritisnya kan yang terancam dan itu mengerikan kalau mahasiswa atau kita secara umum sudah kecanduan AI, kemampuan berpikir kita jadi tumpul dan ini harus diantisipasi secara awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI tetap perlu dikawal melalui regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Regulasi tersebut diperlukan agar dunia pendidikan tidak gagap dalam menghadapi perkembangan AI dan mampu memanfaatkannya secara tepat.
Dengan demikian, AI dapat berperan sebagai pendukung proses pendidikan tanpa menggantikan kemampuan peserta didik dalam mencari, mengolah, dan menganalisis informasi secara mandiri, sehingga teknologi tetap memberikan manfaat dan tidak justru menimbulkan dampak yang merugikan. (Dina Darozatun)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....