UNICEF Dorong Kesetaraan Hak Anak melalui Pendidikan dan Kesehatan

  • 24 Jul 2026 10:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – UNICEF Indonesia mengajak pemerintah, pembuat kebijakan, serta para orang tua untuk terus menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara setara, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut disampaikan Perwakilan UNICEF Indonesia, Arie Rukmantara, dalam peringatan Hari Anak Nasional di Banyumas, Kamis (23/7/2026).

Arie mengatakan, anak-anak Indonesia merupakan aset bangsa sekaligus aset dunia yang akan menjadi generasi pemimpin dan tenaga produktif di masa depan. Karena itu, pemenuhan hak anak harus menjadi prioritas bersama.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah memperingati Hari Anak Nasional sejak 23 Juli 1979, bahkan sebelum lahirnya Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1989. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam memberikan perhatian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Arie menjelaskan, salah satu fokus UNICEF bersama pemerintah daerah adalah memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

"UNICEF bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan pemerintah daerah lainnya terus berupaya memastikan tidak ada anak yang putus sekolah dan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara," ujarnya.

Selain pendidikan, UNICEF juga menaruh perhatian pada pemerataan layanan kesehatan, khususnya imunisasi dasar lengkap. Menurut Arie, setiap anak berhak mendapatkan layanan kesehatan tanpa diskriminasi.

Ia menilai kesenjangan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama agar seluruh anak memperoleh hak yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Arie juga memotivasi anak-anak Indonesia agar terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin dunia, pemimpin organisasi internasional, maupun tokoh di berbagai sektor pada masa mendatang.

Sementara itu, kepada para orang tua, Arie berpesan agar memandang anak sebagai aset masa depan yang harus dipersiapkan dengan baik. Menurutnya, di tengah tren penuaan penduduk di sejumlah negara maju, Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi apabila kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak, terus ditingkatkan. (Andika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....