KKL Amikom Dorong Digitalisasi Desa dan Penguatan UMKM Banyumas

  • 03 Agt 2026 13:09 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto berkontribusi dalam pengembangan desa melalui inovasi digital, penguatan UMKM, dan pengembangan desa wisata saat menjalankan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2026.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Banyumas melalui sambutan yang dibacakan Camat Purwokerto Utara, Kris Sinta Indra Kusumawati, pada acara Pelepasan KKL Universitas Amikom Purwokerto, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan tema KKL tahun ini, yakni Pemberdayaan Potensi Desa melalui Inovasi Digital, Pengembangan Desa Wisata, dan Penguatan UMKM Berkelanjutan, selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Banyumas yang terus mendorong transformasi digital, penguatan ekonomi kreatif, dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

"Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong transformasi digital bagi pelaku UMKM, memperkuat sektor ekonomi kreatif, serta mengembangkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat," demikian kutipan sambutan Bupati Banyumas.

Pemerintah Kabupaten Banyumas juga berharap mahasiswa mampu mengoptimalkan kemampuan di bidang teknologi informasi untuk mendukung pembangunan UMKM, memperkuat promosi wisata, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang mudah diterapkan dan berkelanjutan.

Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Assoc. Prof. Dr. Berlilana, M.Kom., M.Si., mengatakan mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi desa, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi.

"Harapan saya nanti adik-adik mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto dalam rangka KKL ini bisa memberikan kontribusi yang positif kepada perkembangan tiap-tiap desanya, khususnya berkaitan dengan penggunaan sistem aplikasi, informasi maupun teknologi yang ada," ujarnya.

Menurut Berlilana, mahasiswa merupakan agent of change yang memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah kepada masyarakat.

"Mahasiswa itu sebagai agent of change. Mereka bisa memberikan nilai-nilai yang positif karena mereka adalah cendekia-cendekia muda. Harapannya mereka bisa transfer knowledge yang diterima di bangku kuliah dan mengaplikasikannya di kehidupan masyarakat sehingga ilmu yang mereka bawa dari kampus bisa bermanfaat bagi perkembangan desa," katanya.

Ia menambahkan, salah satu indikator keberhasilan KKL adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perkembangan teknologi serta kemampuan memanfaatkannya secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. (Siti Nuriyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....