Expo KKL Amikom Tampilkan Potensi Desa di Banyumas dan Kembaran
- 24 Agt 2026 18:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Universitas Amikom Purwokerto menggelar Expo hasil Kuliah Kerja Lapangan (KKL) sekaligus penarikan mahasiswa KKL yang telah menjalankan program selama tiga pekan di Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Senin (24/8/2026).
Expo tersebut menampilkan berbagai hasil kegiatan mahasiswa selama terjun langsung ke masyarakat. Salah satunya pengembangan potensi UMKM dan promosi digital di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran.
Rektor Universitas Amikom Purwokerto, Assoc. Prof. Dr. Berlilana, M.Kom., M.Si., mengatakan expo menjadi bentuk pertanggungjawaban mahasiswa atas program yang telah dilaksanakan selama KKL.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mengenalkan teknologi digital kepada masyarakat, tetapi juga membantu mengembangkan potensi ekonomi desa melalui promosi dan pemasaran berbasis digital.
"Tujuan expo tadi harapannya adalah memberikan gambaran dampak karya dari mahasiswa-mahasiswa kami selama tiga pekan melakukan KKL," ujarnya.
Di Desa Linggasari, mahasiswa mengangkat bengkoang sebagai salah satu potensi unggulan desa. Mahasiswa juga membantu pelaku UMKM membuat konten promosi agar produk lebih dikenal melalui media sosial.
Mahasiswa KKL Desa Linggasari, Adhisa Nanda Kurnia, mengatakan selain bengkoang, mahasiswa menemukan sejumlah UMKM lain seperti keripik pisang, kerajinan miniatur, pembuatan gorong-gorong, dan kerupuk Palembang.
"Di sana kita cuma membantu mereka buat konten promosi, karena rata-rata UMKM di Desa Linggasari hanya penjualan lokal dan belum sampai ke sosial media," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Linggasari, Tuti Irawati, mengapresiasi program KKL Amikom. Menurutnya, pendampingan mahasiswa dalam bidang digital membantu menghidupkan kembali berbagai media informasi desa.
"Program mereka yang digital sangat-sangat bermanfaat untuk para pedagang dan juga perangkat desa," tuturnya.
Ia berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut setelah mahasiswa ditarik dari lokasi KKL.
Camat Kembaran, Drs. Dwi Nur Wijayanto, MPP, M.Eng., juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa membantu pemerintah desa dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, termasuk pemanfaatan teknologi digital.
"Saya berharap tidak hanya berhenti sampai di kegiatan KKL saja, tapi ada kelanjutan, ada follow up, kemudian juga yang terpenting lagi adalah ada kesinambungan kerja sama," ucap Dwi
Ia berharap program KKL tidak berhenti setelah penarikan mahasiswa, tetapi dilanjutkan melalui kerja sama dan program pendampingan antara Universitas Amikom Purwokerto dengan pemerintah desa dan kecamatan.
Rektor Amikom Purwokerto menegaskan, pihaknya akan terus memantau program mahasiswa yang memiliki dampak positif bagi masyarakat. Pengembangan profil desa dan pemasaran UMKM secara digital menjadi salah satu program yang diharapkan dapat terus diterapkan setelah KKL berakhir. (Ilham Falih Qushoyyi).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....