Rahmah Aziza Raih Gelar Miss Hijab Jateng 2026, Persembahkan Mahkota untuk UIN

  • 03 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto. Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Rahmah Aziza, berhasil meraih gelar Miss Hijab Jawa Tengah 2026 pada malam Grand Final yang digelar di TATV Solo, Minggu (2/8/2026) kemarin.

Bagi Rahmah, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Menjelang wisudanya pada September mendatang, ia mempersembahkan mahkota tersebut sebagai hadiah bagi almamater tercinta.

"Tentunya ini bukan akhir, melainkan perjalanan awal saya untuk menjadi penebar manfaat bagi banyak orang. Mahkota ini saya persembahkan untuk kampus saya tercinta, UIN Saizu. Sebelum saya wisuda September nanti, ini adalah hadiah untuk UIN Saizu tercinta," ujar Rahmah.

Keberhasilan Rahmah tidak hanya ditentukan oleh penampilannya di atas panggung. Sejak awal mengikuti kompetisi, ia membawa misi sosial melalui program advokasi Aksi Lentera (Literasi, Edukasi, dan Pemberdayaan Perempuan) yang berfokus pada penguatan budaya literasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemberdayaan perempuan dan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurutnya, ajang Miss Hijab Jawa Tengah merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan gagasan yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

"Saya percaya bahwa perempuan bukan hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Melalui Aksi Lentera, saya ingin menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata," katanya.

Lahir di Banjarnegara pada 2 November 2004, Rahmah dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial selama menempuh pendidikan di UIN Saizu. Ia pernah menjadi anggota Senat Mahasiswa FTIK, Duta Program Studi MPI, Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ibrahim, hingga Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Cabang IMM Banyumas periode 2026–2027.

Pengalaman tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, administrasi, serta public speaking yang menjadi bekal penting dalam mengikuti ajang Miss Hijab Jawa Tengah.

"Menjadi mahasiswa bukan hanya belajar teori, tetapi juga belajar hadir untuk masyarakat," ujarnya.

Selain aktif berorganisasi, Rahmah juga memiliki komitmen tinggi terhadap dunia literasi. Ia menargetkan menulis sedikitnya satu artikel setiap bulan di blog pribadinya serta aktif sebagai penulis artikel, penulis jurnal ilmiah, moderator seminar, hingga pemateri dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi.

"Karena dengan membaca dan menulis, perempuan tidak akan kehilangan segalanya," ucapnya.

Semangat berprestasi Rahmah telah terlihat sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah. Pada 2021, ia berhasil meraih Medali Emas dan Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional Pendidikan Agama Islam (OSN PAI) tingkat nasional.

Melalui program Aksi Lentera, Rahmah juga menggagas berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Salah satunya adalah program Gelar Baca yang berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara guna meningkatkan minat baca anak-anak.

Selain itu, ia mengembangkan kampanye digital #OneDayOneEducation, sebuah gerakan edukasi melalui media sosial yang menghadirkan konten seputar pendidikan, kepemimpinan, pemberdayaan perempuan, pengembangan diri, serta nilai-nilai inspiratif.

Rahmah meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat sehingga pemberdayaan harus dimulai melalui pendidikan dan literasi.

"Saya ingin setiap program yang dijalankan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu memberikan perubahan yang berkelanjutan," katanya.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui audiensi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara. Dalam kesempatan itu, Rahmah mempresentasikan konsep Aksi Lentera sebagai program berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas dampak program sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman bagi perempuan dan anak.

"Bismillah, ini adalah ikhtiar besar untuk menghadirkan gerakan yang benar-benar bermanfaat. Saya berharap Aksi Lentera dapat menjadi ruang tumbuh yang aman bagi perempuan dan anak-anak, sekaligus menghadirkan harapan melalui pendidikan dan literasi," ujarnya.

Rahmah berharap pencapaiannya dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berprestasi, dan menghadirkan gagasan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Baginya, mahkota Miss Hijab Jawa Tengah 2026 merupakan amanah untuk terus menyalakan semangat berbagi dan memberdayakan sesama.

"Lentera adalah cahaya yang menuntun dengan kebaikan dan kebermanfaatan di tengah kegelapan. Menjadi cahaya yang memancarkan sinar bagi lilin-lilin di sekitarnya, menjadi cahaya yang menerangi lingkungan sekitar."

Ia juga mengajak seluruh perempuan untuk berani bermimpi, berkarya, dan menjadi agen perubahan.

"Because when a woman shines her light, she doesn't just illuminate her own path, she brightens the entire world. Let's light up the future, together."

Keberhasilan Rahmah Aziza meraih gelar Miss Hijab Jawa Tengah 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan prestasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan visi UIN Saizu sebagai Kampus Desa Mendunia yang terus melahirkan generasi berdaya saing global sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai kebermanfaatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....