BPIP Ajak Pelajar di Cilacap Jadi Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila

  • 30 Jul 2026 17:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak para pelajar menjadi relawan Gerakan Kebajikan Pancasila melalui kegiatan pembinaan yang digelar di Aula Diklat Praja Kabupaten Cilacap, Selasa (29/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa SMA, SMK, dan MA dari 22 sekolah di Kabupaten Cilacap.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai penguatan ideologi Pancasila dari sejumlah narasumber, yakni Anggota Komisi XIII DPR RI dari Daerah Pemilihan Banyumas–Cilacap, H. Yanuar Arif Wibowo, Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP RI, Dr. Mukhammad Fakhrurozi, serta Guru Besar Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia, Prof. Phil. Aditya Perdana.

Mengawali penyampaian materi, Yanuar Arif Wibowo menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan oleh generasi muda, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Pancasila tidak hanya untuk dihafal. Pancasila harus menjadi arah moral, etika, dan jati diri bangsa. Nilai-nilai Pancasila juga menjaga kita agar tidak kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yanuar juga mengingatkan generasi muda mengenai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, termasuk isu LGBTQ yang menurutnya perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP RI, Mukhammad Fakhrurozi, memaparkan sejarah lahirnya Pancasila. Ia menjelaskan proses perumusan dasar negara mulai dari lahirnya Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pembentukan Panitia Sembilan yang diketuai Ir. Soekarno, hingga pengesahan Pancasila sebagai dasar negara.

Materi penguatan wawasan kebangsaan juga disampaikan Prof. Aditya Perdana yang mengajak para pelajar untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman etika publik di tengah perkembangan zaman dan pesatnya arus informasi digital.

"Ketika ada kebebasan, maka harus ada tanggung jawab. Ketika ada perbedaan, maka harus ada penghormatan. Itulah nilai-nilai Pancasila yang tetap relevan di era sekarang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....