Muslimat NU Edukasi Warga Cilacap bahwa Kental Manis Bukan Susu

  • 17 Sep 2026 23:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait kental manis melalui Talkshow Edukasi Gizi Meluruskan Persepsi Tentang Kental Manis, yang digelar di Gedung Muslimat NU Cilacap, Kamis (17/9/2026). Edukasi ini diberikan karena selama ini masih terjadi kesalahan persepsi bahwa Kental Manis adalah susu bahkan menjadi susu pengganti bagi balita.

Padahal dengan menjadikan kental manis sebagai penuh nutrisi harian menyimpan ancaman serius bagi kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, dr. Erna Yulia Soefihara.

"Karena selama ini masih ada kesalahan persepsi dari masyarakat bahwa kental manis dianggap sebagai susu, kadang-kadang dijadikan pengganti ASI, dan sudah berlangsung hampir satu abad. Mereka menganggap itu adalah susu yang memang bisa dikonsumsi anak-anak, padahal kandungannya sama dengan gula. Persepsi inilah yang ingin kami luruskan dan sampaikan ke masyarakat," katanya.

Ia menyebut konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, edukasi mengenai pola makan dan perubahan kebiasaan konsumsi perlu diperkuat mulai dari lingkungan keluarga.

Erna menambahkan, Muslimat NU terus mendorong kader-kadernya untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan kental manis yang tepat.

Menurutnya, kader Muslimat NU memiliki posisi strategis karena banyak di antaranya merupakan tokoh yang aktif berinteraksi dengan masyarakat dan memiliki jamaah.

"Muslimat NU punya perwakilan sampai ke tingkat grassroot, banyak merupakan ustazah, nyai dan mempunyai banyak jamaah, jadi Insyaalah edukasi ini bisa sampai ke sasaran terutama ke ibu-ibu yang punya balita," ujar Erna.

Pemkab Cilacap mengapresiasi peran Muslimat NU dan YAICI yang ikut memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan keterlibatan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah menangani persoalan gizi dan stunting.

"Kental manis itu kan memang kandungan susunya sangat kecil, jadi kalau dikonsumsi tidak sesuai dengan umur dan jadi pokok untuk minuman itu tidak bagus," kata Kabid Pelayanan Kesehatan PPKB Dinkes Cilacap, dr. Retno Purwati Rahayu.

Sementara itu, Sekjen YAICI Satria Yudhistira, menyampaikan jika edukasi terkait kental manis ini sudah dilakukan sejak 2017. Karena itu, kegiatan serupa harus terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang paham bahwa kental manis bukanlah susu.

"Permasalahan yang dulu pun belum selesai, tentang kental manis dan gizi anak, harapannya dari kegiatan ini media bisa menyebarkan, dari kader juga bisa menyebarkan, serta dari Dinas Kesehatan atau stakeholder bisa menindaklanjuti, minimal Posyandu bisa mendapatkan materi bahwa kental manis bukanlah susu," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....