Alasan Keamanan dan Kenyamanan Siswa, MPLS Sekolah Rakyat Cilacap Diundur Lagi
- 30 Jul 2026 03:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap diusulkan diundur hingga 31 Agustus 2026. Penundaan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana, terutama asrama, benar-benar siap sehingga peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap, dr Moch Ichlas Riyanto mengatakan mundurnya jadwal tersebut merupakan hasil evaluasi bersama pemerintah daerah, penanggung jawab (PIC) program, pengawas pembangunan, Satker PU Provinsi, serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, pihaknya memilih opsi pelaksanaan MPLS pada 31 Agustus dari beberapa jadwal yang disediakan pemerintah pusat.
"Untuk Cilacap MPLS-nya diundur 31 Agustus, kan ada empat pilihan, mulai 14 Juli kemqrin, 31 Juli, 15 Agustus dan Kita yang 31 Agustus, Pertimbangannya agar semuanya lebih siap, terutama berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan anak-anak," ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta didik nantinya akan langsung tinggal di asrama saat mengikuti MPLS. Oleh karena itu, seluruh fasilitas pendukung harus dipastikan telah selesai dibangun dan siap digunakan sebelum siswa mulai masuk.
dr. Ichlas menambahkan, keputusan tersebut juga mempertimbangkan masa penyelesaian pembangunan yang masih berlangsung. Serta berdasarkan jadwal, kontrak pekerjaan konstruksi diperkirakan baru berakhir pada pertengahan Agustus. Dengan adanya jeda waktu tersebut, diharapkan seluruh fasilitas pendidikan maupun asrama telah siap digunakan tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa.
"Seandainya masih ada kegiatan penyelesaian pembangunan nanti tidak menganggu siswa, karena juga untuk kontrak pembangunan masih sampai tanggal 15 sampai 18 Agustus, kan biar siswa nyaman, dan kebutuhan MPLS sudah terpenuhi semua," katanya.
Untuk jumlah peserta didik, Sekolah Rakyat Cilacap saat ini telah memiliki satu rombongan belajar (rombel) jenjang SD dengan jumlah 15 siswa. Sementara jenjang SMP dan SMA masing-masing telah terbentuk empat rombongan belajar.
Tiga rombel pada masing-masing jenjang SMP dan SMA telah terisi penuh sebanyak 30 siswa per kelas. Sedangkan rombel tambahan masih dalam proses pemenuhan, dengan jumlah sementara 17 siswa di SMP dan 27 siswa di SMA.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....