BMKG Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Cilacap, Diikuti 68 Peserta
- 29 Jul 2026 15:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Kabupaten Cilacap pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Graha Darussalam Komplek Masjid Agung Cilacap ini rutin setiap tahun.
SLCN 2026 ini diikuti sebanyak 68 orang yang terdiri dari 60 nelayan serta 8 orang perwakilan instansi terkait sebagai upaya meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung produktivitas nelayan.
Melalui sekolah lapang tersebut, para peserta dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan informasi cuaca maritim, penggunaan teknologi terkini, serta penggabungan informasi ilmiah dengan kearifan lokal dalam menentukan waktu dan lokasi penangkapan ikan.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto mengatakan jika untuk memberikan pembekalan pengetahuan meteorologi kelautan agar nelayan dapat memanfaatkan informasi teknologi, melalui Aplikasi INA-WIS. Menurutnya informasi meteorologi maritim sangat penting, terutama pada musim angin timur seperti Juni hingga Agustus yang umumnya disertai peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa.
"BMKG hadir bukan hanya sebagai pemberi informasi cuaca saja, tetapi juga sebagai sahabat nelayan dalam menjaga keselamatan dan meningkatkan kesejahteraan. Ini barangkali bisa disampaikan melalui aplikasi yang kita miliki yaitu INA-WIS Bapak Ibu sekalian. INA-WIS itu satu aplikasi yang bisa mengetahui bagaimana cuaca di laut seluruh wilayah Indonesia," katanya.
Guswanto menambahkan jika peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi perpanjangan tangan BMKG dalam menyebarluaskan informasi kepada nelayan lain yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan serupa.
"Saya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bahwa hal ini adalah sebagai sarana untuk menimba ilmu ya berdiskusi, berbagi pengalaman, saya berharap teman-teman nelayan ini menjadi TOT training of trainer bisa melatih teman-teman nelayan yang lain," ujarnya.
Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, mengatakan pemahaman terhadap informasi cuaca maritim menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan saat melaut. Selain membantu menentukan waktu yang tepat untuk berlayar, informasi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memilih lokasi penangkapan ikan secara lebih efektif.
"Lewat sekolah ini akan bisa memberikan edukasi, kemudian pelatihan, kemudian ilmu materi kepada para nelayan bagaimana cara menggunakan teknologi terkini, kemudian dipadukan dengan kearifan lokal untuk bisa mendapatkan ikan yang tepat sasaran. Kemudian melihat cuaca yang bagus untuk melaut sehingga faktor keselamatan menjadi utama dan diharapkan seperti yang kita semua harapkan: zero accident. Pulang nelayannya selamat dengan membawa tangkapan ikan yang besar, kemudian pulang bersama keluarga hidup bahagia sejahtera," katanya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Cilacap, Fery Adhi Darma menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Pemerintah daerah bahkan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih dari satu kali dalam setahun mengingat panjangnya garis pantai Kabupaten Cilacap dan banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidup sebagai nelayan.
"Kami berharap kalau bisa jangan setahun sekali, bisa setahun dua kali, syukur-syukur setahun empat kali, bisa triwulan, agar semakin banyak nelayan yang memahami informasi cuaca, maka risiko kecelakaan di laut dapat ditekan, hasil tangkapan meningkat, kesejahteraan nelayan bertambah, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujarnya.
Salah satu nelayan yang menjadi peserta, Niswanto (42), dari Nelayan Sidakaya mengatakan jika adanya Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini menambah pengetahuannya dalam melaut.
"Ya Alhamdulillah jadi tahu wawasan dari BMKG tentang cuaca, sekarang bisa lihat cuaca dari HP saja ada aplikasinya, terus untuk keselamatan pakai pelampung," katanya.
Dengan tambahan informasi ini, dia mengaku akan menerapkannya, agar dalam mebcari nafkah tetap mengutamakan keselamatan.
Dalam pembukaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Cilacap 2026 ini, juga dihadiri oleh PPS Cilacap, Dinas Perikanan Cilacap, Basarnas Cilacap, Anggita DPRD Jawa Tengah, DPRD Cilacap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....