48 Festival Masuk CoE Banyumas 2026, Dongkrak Wisata dan Ekonomi Daerah

  • 29 Jul 2026 09:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong penyelenggaraan berbagai festival sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat identitas daerah. Sepanjang 2026, sebanyak 48 kegiatan telah masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kabupaten Banyumas.

Hal tersbeut disampaikan Pengelola Data dan Informasi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, R. Randy Kusuma Anggara, A.Md.,. Ia mengatakan perkembangan penyelenggaraan festival di Banyumas menunjukkan tren yang positif dengan ragam kegiatan yang semakin beragam.

"Perkembangan festival di Kabupaten Banyumas sangat baik. Buktinya, jenis festival yang diselenggarakan tidak hanya seni budaya, tetapi juga festival kuliner, olahraga, hingga ekonomi kreatif. Tahun ini ada total 48 event yang terdaftar dalam Calendar of Event Kabupaten Banyumas," ujarnya.

Menurut Randy, sejumlah kegiatan telah menjadi event unggulan daerah, di antaranya Lengger Bicara, Drebeg Sura, Banyumas Ngibing, dan Purwokerto Half Marathon. Pemerintah daerah pun berencana mengusulkan beberapa event tersebut untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) pada tahun 2027.

"Ke depan kami berencana mendaftarkan event-event unggulan Banyumas ke Karisma Event Nusantara agar semakin dikenal secara nasional," katanya.

Randy menjelaskan, penyelenggaraan festival tidak hanya bertujuan sebagai hiburan bagi masyarakat. Tetapi juga menjadi strategi pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menarik wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Semakin banyak event yang digelar, kami berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Banyumas. Hal itu tentu akan berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan lebih luas, pemerintah menerapkan strategi kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan stan atau tenant pada setiap festival.

Selain itu, Dinporabudpar juga menggandeng sektor perhotelan dan restoran untuk mendukung kebutuhan akomodasi wisatawan dari luar daerah. Promosi kegiatan pun diperkuat melalui kerja sama dengan para influencer agar informasi mengenai berbagai festival di Banyumas dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Meski demikian, Randy mengakui penyelenggaraan festival masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain keterbatasan anggaran, pengelolaan kebersihan di lokasi kegiatan juga menjadi perhatian utama pemerintah.

"Soal anggaran tentu menjadi tantangan, tetapi kami mengatasinya dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak. Selain itu, kebersihan juga menjadi perhatian agar setelah festival selesai tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan sekitar," ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan festival, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai peserta, pelaku usaha, bahkan penyelenggara kegiatan.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat Banyumas untuk ikut mempromosikan festival-festival yang ada. Semakin banyak yang mengenalkan event Banyumas, semakin banyak pula masyarakat luar daerah yang tertarik berkunjung ke Banyumas," ujar Randy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....