Kenali Hepatitis Sejak Dini, Dinkes Banyumas Perkuat Skrining Gratis di Puskesmas
- 28 Jul 2026 09:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas terus memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit hepatitis melalui program skrining gratis di seluruh puskesmas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyakit berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati.
Pengelola Program Hepatitis Dinkes KB Kabupaten Banyumas, Herni Pusparini, S.TR.KL, mengatakan seluruh jenis hepatitis A, B, dan C telah ditemukan di Kabupaten Banyumas. Sementara hepatitis D dan E hingga kini belum ditemukan atau kasusnya sangat jarang.
"Untuk hepatitis A, kasus yang kami temukan beberapa kali terjadi di lingkungan pondok pesantren. Penularannya memang sangat mudah melalui makanan sehingga berpotensi menimbulkan kejadian secara berkelompok," katanya.
Herni juga menjelaskan, bahwa kasus hepatitis A pernah ditemukan pada tahun 2022, 2023, 2024, hingga 2025. Yaitu, dengan awal penyebaran berasal dari lingkungan pondok pesantren.
Sementara itu, kasus hepatitis B umumnya ditemukan melalui program skrining ibu hamil yang menjadi program wajib pemerintah. Pemeriksaan tersebut dilakukan di seluruh puskesmas di Kabupaten Banyumas sebagai bagian dari upaya mencegah penularan dari ibu kepada bayi.
"Kalau ditemukan ibu hamil yang positif hepatitis B, maka bayi akan diberikan vaksin HBIG sebagai pencegahan. Selain itu, ibu juga menjalani pemeriksaan lanjutan seperti viral load untuk menentukan penanganan berikutnya agar risiko penularan ke bayi dapat ditekan," katanya, menjelaskan.
Ia menambahkan, bayi juga tetap mendapatkan imunisasi hepatitis B sesuai program nasional, dimulai sejak lahir melalui vaksin HB-0 dan dilanjutkan pada usia dua hingga empat bulan. Untuk hepatitis C, Dinkes KB Banyumas melakukan skrining terhadap kelompok berisiko tinggi, seperti warga binaan pemasyarakatan, pasien hemodialisis, orang dengan HIV, serta pengguna narkoba suntik.
Menurut Herni, saat ini hepatitis C sudah dapat diobati menggunakan terapi Direct Acting Antiviral (DAA) dengan tingkat kesembuhan yang tinggi dalam waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga muncul gejala. Sebab, hepatitis yang telah menimbulkan gejala umumnya sudah memasuki stadium lanjut dan berisiko berkembang menjadi sirosis maupun kanker hati.
"Pemerintah sudah menyediakan layanan skrining hepatitis secara gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas Kabupaten Banyumas. Jadi masyarakat sebaiknya memanfaatkan layanan ini agar penyakit dapat diketahui sejak dini," katanya.
Herni juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan. Menjaga kebersihan diri dan makanan menjadi kunci mencegah hepatitis A, sedangkan menghindari konsumsi alkohol serta perilaku berisiko dapat membantu mencegah hepatitis B dan C.
"Yang paling penting adalah menjaga kebersihan, menerapkan perilaku hidup sehat, serta menghindari faktor risiko. Kenali hepatitis sejak dini agar tidak berkembang menjadi sirosis maupun kanker hati," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....