Tak Hanya Belajar Menulis, Peserta BBM Sastra Kenali Seni Budaya Banyumas
- 07 Agt 2026 10:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Belajar menulis sastra dalam program Belajar Bersama Maestro (BBM) Sastra 2026 tidak hanya dilakukan melalui proses kreatif bersama sastrawan Ahmad Tohari. Sepuluh mahasiswa peserta residensi juga diajak mengenali kekayaan seni dan budaya Banyumas melalui kegiatan studi ekskursi.
Program BBM Sastra 2026 berlangsung selama 30 hari, sejak 15 Juli hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperluas wawasan melalui perjumpaan langsung dengan pelaku seni dan komunitas budaya di Banyumas.
Asisten Maestro Program BBM Sastra 2026, Abdul Aziz Rasjid mengatakan studi ekskursi dirancang untuk mempertemukan peserta dengan tokoh-tokoh seni serta komunitas seni di Banyumas. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif peserta sekaligus membangun jejaring lintas disiplin.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pertemuan bersama Narsih, tokoh lengger Banyumas yang telah berkarya selama 53 tahun, serta diskusi bertema “Alam dan Seni” bersama maestro calung, Sukendar. Peserta juga akan berinteraksi dengan sejumlah komunitas seni di Banyumas untuk berdiskusi tentang sastra sekaligus menyaksikan film dokumenter Ahmad Tohari.
“Melalui studi ekskursi, peserta BBM bertemu dengan tokoh-tokoh seni di Banyumas, komunitas-komunitas seni, memaknai kesenian khas di Banyumas, serta membangun jejaring seni lintas disiplin yang bisa jadi penting untuk pemajuan kebudayaan di kemudian hari,” kata Aziz.
Pengalaman mengenali kebudayaan lokal tersebut juga dirasakan Hadi Rahman, peserta BBM Sastra dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Menurutnya, kehidupan masyarakat di Banyumas memberikan pengalaman budaya yang berbeda dengan daerah asalnya di Kalimantan Timur.
Hadi mengaku terkesan melihat suasana kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggal Ahmad Tohari yang menurutnya masih bersahaja. Ia juga mendapatkan pengalaman baru ketika menyaksikan seni tradisi lengger secara langsung.
“Di lingkungan tempat Pak Ahmad Tohari tinggal saya masih banyak melihat warga yang bersepeda, suasananya bersahaja. Saya juga terkesan saat mendengar dan melihat secara langsung seni tradisi lengger,” ujar Hadi.
Selain menulis cerpen, Hadi memanfaatkan pengalaman selama berada di Banyumas dengan merekam berbagai hal menarik melalui sketsa menggunakan tinta di atas kertas. Karya tersebut diharapkan dapat ditampilkan dalam presentasi karya akhir BBM Sastra 2026.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan presentasi karya akhir peserta pada pertengahan Agustus 2026. Selain pameran arsip dan dramatic reading, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan ulasan cerpen peserta dalam format diskusi sastra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....