Kasus Hepatitis B di Banyumas Menurun, Dinkes Perkuat Upaya Pencegahan

  • 25 Jul 2026 11:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas mencatat tren penurunan kasus Hepatitis B pada ibu hamil dalam dua tahun terakhir. Persentase kasus turun dari 1,01 persen pada 2024 menjadi 0,6 persen pada 2025, dan hingga Juni 2026 kembali menurun menjadi 0,58 persen.

Sementara itu, kasus Hepatitis A yang sempat muncul di pondok pesantren pada 2022 dan 2024 belum kembali ditemukan pada tahun ini. Pengelola Program Hepatitis Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas, Herni Pusparini, S.Ts. KL, menjelaskan, setiap jenis hepatitis memiliki cara penularan yang berbeda.

Hepatitis A umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sedangkan Hepatitis B dapat menular melalui darah, cairan tubuh, serta dari ibu kepada bayi saat persalinan.

”Untuk peningkatan kasus, dari tahun 2024 kita malah turun, Dari 2024 ada 1,01% dari pemeriksaan ibu hamil, di 2025 kita turun jadi 0,6% dan sampai bulan Juni Tahun 2026 ini, kita baru 0,58% dari pemeriksaan ibu hamil,” ujarnya.

Untuk mencegah penularan, Dinkes Banyumas melaksanakan skrining Hepatitis B bagi seluruh ibu hamil pada trimester pertama, memberikan vaksin HBIG kepada bayi dari ibu yang terinfeksi, serta terapi pencegahan menggunakan tenofovir. Selain itu, skrining Hepatitis C juga dilakukan pada kelompok berisiko, seperti orang dengan HIV, pasien hemodialisis, pengguna narkoba suntik, dan warga binaan.

Dinkes Banyumas mengakui masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman masyarakat mengenai hepatitis. Karena itu, edukasi melalui media sosial, penyuluhan, dan program Cek Kesehatan Gratis akan terus diperkuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka kasus hepatitis di Banyumas. (Dina Darozatun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....