Pilah Sampah dari Rumah, Langkah Sederhana Menjaga Bumi dan Bernilai Ekonomi
- 24 Jul 2026 16:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Memilah sampah dari rumah menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga untuk menjaga lingkungan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui program Green Radio RRI Purwokerto, pengurus Bank Sampah Ramah mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai bentuk kepedulian terhadap bumi.
Wakil Ketua Bank Sampah Ramah, Ana Heni Purwanti mengatakan, lahirnya Bank Sampah Ramah berawal dari keprihatinan saat Banyumas mengalami darurat sampah pada 2018-2019. Kondisi tersebut dipicu penumpukan sampah akibat terganggunya pembuangan di TPA Kaliori, sehingga warga berinisiatif membentuk bank sampah pada 16 November 2019.
"Kami ingin mengurangi volume sampah yang dibuang. Dari situlah ibu-ibu mulai belajar memilah sampah bersama dan membentuk Bank Sampah Ramah," kata Ana.
Menurut Ana, kebiasaan memilah sampah dari rumah merupakan aksi kecil yang memberi dampak besar bagi lingkungan. Selain membantu mengurangi beban pengelolaan sampah, sampah anorganik yang dipilah juga memiliki nilai ekonomi karena dapat ditabung melalui bank sampah.
"Kita tidak perlu melakukan aksi besar untuk menyelamatkan bumi. Cukup mulai dari rumah dengan memilah sampah sebelum dibuang," ujarnya.
Pengurus Bank Sampah Ramah, Eny Irawati menjelaskan, masyarakat dapat memilah berbagai jenis sampah seperti kardus, kertas, botol plastik, kaleng, hingga kemasan rumah tangga lainnya. Sampah yang disetorkan sebaiknya dalam kondisi bersih agar lebih mudah dipilah dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
"Dengan memilah sampah dari rumah, warga tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memiliki tabungan dari hasil penjualan sampah. Bahkan ada nasabah yang tabungannya mencapai jutaan rupiah," kata Eny.
Sementara itu, Pengurus Bank Sampah Ramah lain, Wahyu Wiji Utami mengatakan kebiasaan memilah sampah juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak. Menurutnya, anak yang terbiasa memilah sampah sejak kecil akan tumbuh dengan kepedulian terhadap lingkungan.
"Semoga Bank Sampah Ramah bisa menjadi contoh agar masyarakat mulai menerapkan pemilahan sampah di lingkungan masing-masing dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih," kata Wahyu.
Hingga kini Bank Sampah Ramah memiliki sekitar 120 nasabah dan setiap bulan mampu mengumpulkan sekitar 600 hingga 700 kilogram sampah terpilah. Didukung berbagai pihak, mulai dari Universitas Jenderal Soedirman, pemerintah daerah, hingga masyarakat, Bank Sampah Ramah berharap semakin banyak warga yang membangun bank sampah di lingkungannya.
"Mari bersama-sama menyayangi Banyumas dengan semangat memilah sampah dari rumah. Lingkungan yang bersih adalah titipan untuk anak cucu kita di masa depan," ujar Ana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....