Ratusan Mahasiswa UIN Saizu Bantu Isi Kekurangan Guru PAI di Banjarnegara
- 22 Jul 2026 13:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Pemerintah Kabupaten Banjarnegara masih menghadapi kekurangan ribuan guru pada jenjang pendidikan dasar. Untuk mengatasi kekurangan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara menggandeng mahasiswa Program Asistensi Mengajar dan Magang Terintegrasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sebagai solusi jangka pendek.
Kepala Dindikpora Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, mengatakan sebanyak 365 kebutuhan guru PAI di SD untuk sementara diisi oleh mahasiswa UIN Saizu yang diterjunkan mengajar selama enam bulan. Program tersebut memberikan pengalaman mengajar kepada mahasiswa sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah.
"Kekurangan guru PAI sejumlah 365. Kita ambil dari mahasiswa UIN Saizu Purwokerto agar mereka mengajar selama enam bulan dan dihargai setara 20 SKS. Itu solusi yang coba kita lakukan di tengah kekurangan guru kita," ujar Yusuf saat menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) PGRI Banjarnegara di Rumah Guru Banjarnegara, Rabu (22/7/2026).
Yusuf mengungkapkan, persoalan kekurangan guru di Banjarnegara tidak hanya terjadi pada mata pelajaran PAI. Secara keseluruhan, daerah tersebut masih membutuhkan 2.177 guru pada jenjang pendidikan dasar. Dari total kebutuhan sebanyak 5.554 guru, saat ini baru tersedia 3.387 tenaga pendidik.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Apalagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banjarnegara baru mencapai angka 70,9, sementara rata-rata lama sekolah masyarakat masih berada di angka 7,10 tahun atau setara jenjang SMP.
"PGRI adalah mitra strategis kami menghadapi permasalahan pendidikan. IPM kita baru mencapai angka 70,9. Itu pun baru tahun ini. Rata-rata lama sekolah kita juga masih 7,10 tahun, artinya rata-rata hanya sampai SMP," katanya.
Yusuf berharap Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Banjarnegara. Ia mendorong organisasi profesi guru tersebut untuk memperkuat pengembangan kompetensi, meningkatkan kesejahteraan, serta memberikan advokasi bagi anggotanya agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
"Pemkab masih banyak kekurangan. PGRI menjadi salah satu harapan kami. Guru-guru sangat kami hormati. Kami berharap PGRI mampu melaksanakan pengembangan profesi, sebagai organisasi yang sangat besar, bahkan sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Maka isi PGRI dengan hal-hal positif. Harapannya PGRI mampu mengikuti perkembangan global, mensejahterakan, dan mengadvokasi anggotanya," ujar Yusuf.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....