Batok Kelapa Diolah Jadi Briket, KKN UIN Saizu Berdayakan PKK

  • 27 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Kelompok 105 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mendorong pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi briket bernilai ekonomi di Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.

Kegiatan berupa lokakarya dan pendampingan pemasaran tersebut berlangsung di Balai Desa Kedungwringin yang berlangsung beberapa hari lalu dengan melibatkan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK).

Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan limbah batok kelapa yang selama ini menjadi sisa produksi kopra. Peserta mendapatkan materi mengenai proses pembuatan briket, pencetakan, hingga strategi pemasaran produk.

Ketua KKN Kolaborasi Kelompok 105, Alfa Risqi Firmansyah mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Potensi desa kadang dipandang sebelah mata oleh kita sendiri, padahal bisa jadi potensi itulah yang membawa pengaruh besar bagi peningkatan taraf hidup,” kata Alfa.

Menurutnya, pemanfaatan limbah batok kelapa diharapkan tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Kepala Desa Kedungwringin, Marsimin mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN yang dinilai membantu masyarakat melihat peluang ekonomi dari potensi desa.

“Kami sangat senang dan bangga atas temuan potensi desa yang baru tergarap ini,” ujarnya.

Marsimin berharap pendampingan mahasiswa dapat terus berlanjut sehingga keterampilan yang diperoleh masyarakat dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha setelah program KKN selesai.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Desa Kedungwringin, Kaini menyambut positif pelatihan pembuatan briket. Menurutnya, keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha bersama bagi anggota PKK.

“Kami sangat bersemangat mempelajari proses pembuatan briket dari awal hingga strategi pemasarannya,” kata Kaini.

Kaini berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat keterampilan anggota PKK sekaligus membuka peluang pemasukan bagi kelompok.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Saizu mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi kelapa secara lebih luas. Limbah batok kelapa yang sebelumnya tidak dimanfaatkan diarahkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual dan peluang pemasaran. (Ilham Falih Qushoyyi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....