Kajian Sulamun Najad: Mahasiswa KKN UNUGHA Ajak Warga Margodadi Ngaji Fiqih

  • 22 Jul 2026 08:03 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Tradisi keagamaan yang telah lama berlangsung secara bergilir di Dusun Margodadi, bertempat di kediaman Ibu Lasmini. Kegiatan rutin Yasinan ba’da Salat Jumat kali ini hadir dengan nuansa berbeda. Melalui program MAMUSDA (Masjid dan Musholla Berdaya), mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Kelompok 8 Desa Sidamulya menghadirkan inovasi dengan menambahkan Kajian Kitab Sulamun Najat yang dipandu oleh Nur Hidayat, anggota KKN Kelompok 8 Desa Sidamulya Cilacap.

Inovasi tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada kegiatan yang selama ini menjadi agenda rutin masyarakat. Jika sebelumnya jamaah hanya melaksanakan pembacaan Surah Yasin dan doa bersama, kini kegiatan juga diisi dengan kajian kitab yang membahas dasar-dasar fikih sebagai bekal dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Kehadiran kajian ini disambut positif oleh masyarakat karena dinilai mampu memperkaya wawasan keagamaan tanpa menghilangkan tradisi yang telah lama berjalan.

Dalam penyampaiannya, Nur Hidayat mengulas materi dari Kitab Sulamun Najat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh seluruh peserta. Pembahasan meliputi tata cara bersuci, salat, serta berbagai hukum fikih yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian yang komunikatif membuat materi yang tergolong dasar tersebut dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga generasi muda yang hadir.

Nur Hidayat menyampaikan bahwa kajian kitab bukan hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki kualitas ibadah masyarakat. "Melalui kajian Kitab Sulamun Najat ini, kami berharap masyarakat tidak hanya terbiasa menjalankan ibadah, tetapi juga memahami dasar-dasar hukumnya sehingga setiap amalan yang dilakukan memiliki landasan ilmu yang benar sesuai tuntunan syariat," ujarnya.

Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme warga yang aktif menyimak serta mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Penambahan kajian kitab ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam sehingga ibadah yang dilaksanakan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga didasari oleh ilmu yang benar sesuai tuntunan syariat. Diskusi yang terjadi selama kegiatan juga menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam memperdalam ilmu agama.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar agama sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga melalui majelis ilmu. Kehadiran mahasiswa KKN sebagai fasilitator memberikan warna baru dalam kegiatan keagamaan masyarakat, sekaligus menjadi bentuk pengabdian yang berfokus pada pemberdayaan masjid dan mushala sebagai pusat pembinaan umat. Melalui inovasi sederhana ini, mahasiswa KKN Kelompok 8 berharap tradisi Yasinan yang telah mengakar di tengah masyarakat dapat terus berkembang menjadi wadah pembelajaran Islam yang berkelanjutan.

Dengan memadukan tradisi keagamaan dan kajian kitab, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, sekaligus mendukung terwujudnya masjid, musholla, dan lingkungan masyarakat yang semakin berdaya melalui penguatan nilai-nilai keislaman. Program ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan inovasi, sehingga kegiatan keagamaan tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama secara berkesinambungan. (Achmad Roji Ghufron)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....