BI Purwokerto Dukung Wajah Baru Pasar Rakyat Banyumas Lewat E-Retribusi

  • 09 Jul 2026 08:44 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto terus memperkuat transformasi digital di sektor pelayanan publik melalui penerapan sistem e-retribusi di pasar rakyat. Digitalisasi ini dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem pembayaran digital sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan retribusi daerah.

Hal tersebut disampaikan Asisten Manajer Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran KPw BI Purwokerto, Ana Nur Faizah. Ia mengatakan penerapan e-retribusi merupakan salah satu tonggak transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya mempermudah proses pembayaran retribusi pasar, tetapi juga mendorong para pedagang membiasakan diri menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari.

"Dengan adanya e-retribusi akan memicu para pedagang untuk memiliki kebiasaan bertransaksi secara digital sehingga tercipta ekosistem sistem pembayaran digital di pasar," ujarnya.

Dalam mendukung implementasi tersebut, Bank Indonesia berperan sebagai fasilitator pengembangan ekosistem pembayaran digital. Dukungan diberikan melalui penyediaan sarana, edukasi kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, BI juga secara aktif meningkatkan literasi keuangan dan literasi digital bagi pedagang pasar melalui berbagai kegiatan edukasi. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan organisasi masyarakat, komunitas, maupun paguyuban pedagang.

Edukasi dilakukan baik melalui pelatihan langsung di pasar maupun penyediaan media informasi seperti poster dan materi pembelajaran yang dapat dipelajari kembali oleh para pedagang. Ana juga menjelaskan, peningkatan kemampuan digital para pedagang menjadi faktor penting agar implementasi e-retribusi dan penggunaan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS, dapat berjalan secara optimal.

Ia menambahkan, penerapan e-retribusi juga berpotensi meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pedagang tradisional. Pasalnya, sistem pembayaran digital mendorong para pedagang untuk memiliki rekening bank sebagai sarana transaksi, sehingga akses mereka terhadap layanan keuangan formal semakin terbuka.

"Dengan e-retribusi, mau tidak mau para pedagang harus membuka akun bank. Dari situlah inklusi keuangan meningkat dan akses terhadap keuangan digital juga semakin luas," katanya.

Bank Indonesia Purwokerto juga terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mempercepat digitalisasi pasar rakyat. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah peluncuran penerapan e-retribusi di 14 pasar rakyat di Banyumas pada Juni lalu.

Saat ini, implementasi sistem tersebut terus disempurnakan menuju penerapan secara penuh melalui koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bank Jateng. Ke depannya, BI berharap penerapan e-retribusi mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan retribusi daerah.

Digitalisasi pencatatan penerimaan dinilai dapat meminimalkan potensi kebocoran, sekaligus mempermudah proses pengawasan terhadap pendapatan daerah. Dengan sistem yang lebih akuntabel, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas sekaligus memperkuat modernisasi pelayanan publik di pasar rakyat.

"Dengan adanya E-Retribusi yang semula pencatatan penerimaan itu cenderung transaksional atau konvensional kini dapat lebih terukur dan terpantau. Sehingga yang tadinya potensi-potensi kebocoran dalam pengumpulan E-Retribusi bisa dapat ditanggulangi dan harapannya peningkatan PAD dapat menjadi salah satu dongkrakan untuk pertumbuhan ekonomi di Banyumas itu sendiri," ujar Ana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....