Festival Banyumas Tak Lagi Sekadar Panggung Hiburan, Pemkab Bidik KEN 2027
- 29 Jul 2026 15:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan sejumlah festival unggulan untuk menembus ajang Karisma Event Nusantara (KEN) pada 2027. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas promosi pariwisata Banyumas sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional.
Pengelola Data dan Informasi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, R. Randy Kusuma Anggara, A.Md., mengatakan saat ini Banyumas memiliki 48 agenda yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) 2026.
"Perkembangan festival di Kabupaten Banyumas sangat baik. Jenisnya beragam, tidak hanya festival seni budaya, tetapi juga kuliner, olahraga hingga ekonomi kreatif. Tahun ini ada 48 event yang masuk dalam Calendar of Event Kabupaten Banyumas," ujarnya.
Menurut Randy, beberapa kegiatan telah diproyeksikan menjadi wajah pariwisata Banyumas di tingkat nasional, seperti Lengger Bicara, Drebeg Sura, Banyumas Ngibing, dan Purwokerto Half Marathon.
"Rencana kami pada tahun 2027 adalah mendaftarkan event-event unggulan tersebut ke Karisma Event Nusantara," katanya.
Masuknya agenda Banyumas ke KEN dinilai akan membuka peluang promosi yang lebih luas karena program tersebut merupakan kurasi nasional terhadap berbagai event daerah yang memiliki daya tarik wisata.
Selain memperkenalkan potensi budaya Banyumas, festival juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak pada sektor ekonomi.
"Tujuan utama penyelenggaraan festival adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Randy.
Untuk mendukung target tersebut, Dinporabudpar menggandeng berbagai pihak dalam penyelenggaraan festival. Kolaborasi dilakukan dengan pelaku UMKM melalui penyediaan tenant pada setiap event, sektor perhotelan dan restoran untuk mendukung kebutuhan akomodasi wisatawan, hingga influencer untuk memperluas promosi di media digital.
Meski demikian, Randy mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan festival, terutama keterbatasan anggaran dan pengelolaan kebersihan setelah acara berlangsung.
"Kami mengatasi keterbatasan anggaran melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain itu, kebersihan juga menjadi perhatian agar setiap festival tidak meninggalkan persoalan lingkungan setelah kegiatan selesai," ucapnya.
Ia berharap masyarakat ikut mengambil peran dalam menyukseskan berbagai agenda daerah, baik sebagai peserta, pelaku UMKM, penyelenggara, maupun dengan turut mempromosikan festival kepada masyarakat luar Banyumas.
"Harapan kami seluruh masyarakat Banyumas ikut mengenalkan festival-festival yang ada. Dengan begitu, masyarakat dari luar daerah akan semakin mengetahui bahwa Banyumas memiliki banyak event menarik untuk dikunjungi," ujanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....