HWK Banyumas Dorong Perempuan Melek Digital dan Berdaya Ekonomi

  • 07 Jul 2026 10:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Himpunan Wanita Karya (HWK) Kabupaten Banyumas terus berupaya memperkuat peran perempuan melalui berbagai program pemberdayaan. Termasuk dalam peningkatan literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari implementasi pengarusutamaan gender dan inklusi agar perempuan memiliki kesempatan yang setara dalam berbagai bidang kehidupan. Sekretaris HWK Kabupaten Banyumas, Titin Kusriati, mengatakan bahwa HWK merupakan organisasi kemasyarakatan perempuan yang berdiri sejak 28 Februari 1981.

Organisasi ini mewadahi perempuan dari berbagai profesi dengan tujuan menjadi wadah aspirasi, penggerak partisipasi politik perempuan, serta sarana pemberdayaan perempuan di Kabupaten Banyumas.

"HWK hadir untuk menyatukan perempuan dari berbagai latar belakang profesi sekaligus menjadi wadah pemberdayaan agar perempuan memiliki kesempatan berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat," ujarnya dalam dialog Pengarusutamaan Gender di RRI Purwokerto.

Menurut Titin, hingga saat ini HWK aktif menjalankan berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas perempuan. Salah satunya melalui pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bertujuan membantu perempuan meningkatkan perekonomian keluarga.

Berbagai pelatihan yang telah dilakukan antara lain pembuatan makanan dan jajanan pasar. Ke depan, HWK juga berencana mengembangkan pelatihan keterampilan pembuatan tas berbahan tali kur sebagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

"Kami ingin perempuan memiliki keterampilan yang bisa menghasilkan pendapatan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga," katanya.

Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, HWK juga aktif dalam kegiatan sosial melalui kunjungan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Organisasi ini juga mulai mendorong regenerasi dengan melibatkan kalangan remaja agar keberlangsungan organisasi tetap terjaga.

Di era digital, HWK menilai pengarusutamaan gender dan inklusi menjadi semakin penting. Menurut Titin, pengarusutamaan gender merupakan upaya memastikan kebutuhan, pengalaman, hak, serta kesempatan laki-laki dan perempuan dipertimbangkan dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan dan program pembangunan.

Sebagai bentuk implementasi nyata, HWK menyelenggarakan berbagai pelatihan teknologi informasi dan public speaking bagi para anggotanya. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial secara produktif.

"Kami memberikan pembelajaran IT dan public speaking agar anggota lebih memahami penggunaan teknologi, tidak tertinggal informasi, dan mampu mengikuti perkembangan zaman," katanya.

Pelatihan tersebut diikuti anggota HWK dari sejumlah kecamatan di Banyumas, di antaranya Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Purwokerto Selatan, Sumbang, dan Baturraden. Meski sebagian besar peserta merupakan perempuan usia dewasa yang sebelumnya belum terbiasa menggunakan teknologi digital, antusiasme mereka dinilai sangat tinggi.

Titin mengungkapkan bahwa semangat belajar para anggota menjadi modal penting untuk meningkatkan literasi digital perempuan di Banyumas. Dengan kemampuan digital yang semakin baik, perempuan diharapkan mampu mengakses informasi, memperluas peluang usaha, serta berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan sosial maupun pembangunan daerah.

Melalui berbagai program tersebut, HWK Banyumas berharap dapat menciptakan perempuan yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga maupun masyarakat secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....