Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Mewujudkan Keluarga Sejahtera
- 05 Agt 2026 15:28 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pemberdayaan Perempuan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera. Meski kondisi kesetaraan gender di Kabupaten Banyumas menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari tahun ke tahun, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Ketua Forum Keadilan dan Kesetaraan Gender (FKKG) Kabupaten Banyumas, Dr. Triwuryaningsih, mengatakan perempuan hingga saat ini masih menghadapi ketertinggalan dibanding laki-laki di sejumlah bidang, seperti ekonomi, ketenagakerjaan, dan pendidikan.
"Misalnya di sektor ekonomi ketenagakerjaan itu juga masih menunjukkan bagaimana partisipasi angkatan kerja perempuan, upah yang diterima oleh perempuan itu jauh lebih rendah dibanding dengan laki-laki," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus mendorong perempuan agar memiliki kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.
Dr. Triwuryaningsih menjelaskan, perempuan yang berdaya tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga berperan dalam menciptakan generasi yang lebih berkualitas. Ia mencontohkan saat pandemi COVID-19, banyak keluarga yang tetap bertahan karena perempuan mampu menjalankan usaha dari rumah dan menopang perekonomian keluarga ketika sektor formal mengalami penurunan.
Selain itu, perempuan yang memiliki kemandirian dan kompetensi yang baik dinilai lebih mampu mengambil keputusan, membimbing anak, serta membangun pola asuh yang positif dalam keluarga.
Ia menilai tantangan yang dihadapi perempuan saat ini bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga pola pikir yang masih membatasi perempuan untuk terus mengembangkan diri. Padahal, perkembangan teknologi membuka peluang bagi perempuan untuk belajar, berkarya, dan menjalankan usaha tanpa harus meninggalkan peran di dalam keluarga.
Untuk mencegah diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, Dr. Triwuryaningsih menekankan pentingnya menanamkan nilai kesetaraan dan toleransi sejak dini di lingkungan keluarga. Menurutnya, anak laki-laki maupun perempuan harus mendapatkan kesempatan dan hak yang sama dalam pendidikan, pengasuhan, serta akses terhadap berbagai peluang pengembangan diri.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang adil, inklusif, dan sejahtera dengan menempatkan laki-laki dan perempuan pada posisi yang setara, saling menghormati, serta saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari. (Sofia Almas Meylani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....