Banyumas Siapkan Penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

  • 06 Jul 2026 12:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas merekomendasikan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan sebagai kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana menjelang puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma mengatakan, rekomendasi penetapan status siaga darurat telah dibahas bersama sejumlah pemangku kepentingan. Hasil pembahasan selanjutnya akan diajukan kepada Bupati Banyumas untuk mendapatkan penetapan.

"Pada kesempatan ini kita sudah mengadakan rapat untuk rekomendasi penentuan siaga darurat bencana kekeringan dan juga karhutla. Kita tinggal mengajukan sekarang kepada Bupati, khususnya untuk siaga darurat bencana kekeringan ini," kata Dwi Irawan Sukma.

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Banyumas, sebanyak 1.145 kepala keluarga atau 3.294 jiwa telah terdampak kekeringan. Warga terdampak tersebar di sejumlah desa dan kelurahan yang mulai membutuhkan pasokan air bersih.

Wilayah terdampak di antaranya Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas sebanyak 532 kepala keluarga atau 1.583 jiwa dan Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur sebanyak 42 kepala keluarga atau 122 jiwa. Dampak kekeringan juga tercatat di Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang sebanyak 300 kepala keluarga atau 777 jiwa serta Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh sebanyak 271 kepala keluarga atau 812 jiwa.

"Dari total sementara yang sudah masuk dari hasil kaji cepat ada 1.145 KK atau 3.294 jiwa. Itu sementara yang memang sudah kita prioritaskan untuk dropping air dan menjadi dasar penetapan siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Dwi menjelaskan, dropping air bersih masih menjadi langkah utama BPBD dalam menangani kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan. Pembuatan sumur bor belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

BPBD Banyumas juga telah menyiapkan tandon air untuk mendukung distribusi air bersih di wilayah terdampak. Tandon tersebut dapat ditempatkan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan selama kondisi kekeringan berlangsung.

Pemerintah desa dan kecamatan diminta segera melaporkan apabila menemukan wilayah yang mengalami kesulitan air bersih. Informasi dari masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, akan ditindaklanjuti BPBD melalui kaji cepat.

Penetapan status siaga darurat diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak musim kemarau di Banyumas. Kesiapsiagaan masyarakat juga diperlukan untuk mengantisipasi krisis air bersih sekaligus mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....