Kekeringan Banyumas, BPBD Siapkan Penanganan Jangka Panjang
- 05 Agt 2026 11:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kekeringan masih menjadi persoalan yang terjadi setiap musim kemarau di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas. Kondisi tersebut terutama dialami wilayah yang memiliki keterbatasan potensi air tanah sehingga masyarakat kesulitan memperoleh sumber air.
Staff Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banyumas, Awal Sudiono mengatakan, salah satu penyebab kekeringan di sejumlah wilayah Banyumas adalah kondisi geologi yang membuat potensi air tanah sulit ditemukan.
“Kalau untuk penyebab kekeringan di wilayah Kabupaten Banyumas, itu adalah wilayah yang jarang potensi air tanah. Bukan berarti di situ tidak ada air tanah, ada air tanah, tapi sulit untuk kita mencari air tanah melalui sumur bor atau yang lainnya, sebab disitu susunan geologinya adalah kebanyakan didominasi lempung, sehingga potensi airnya tidak ada” ujar.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan susunan geologi yang di sejumlah wilayah didominasi lempung. Akibatnya, pencarian sumber air melalui sumur bor maupun sumber lainnya menjadi lebih sulit.
Menurut Awal, kekeringan di Banyumas hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi semakin berat apabila musim kemarau berlangsung lebih awal atau dalam waktu yang lebih panjang.
“Kalau untuk kekeringan itu, setiap tahunnya pasti terjadi saat musim kemarau,” katanya.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD melakukan dropping air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekurangan air. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga di wilayah yang sumber airnya terbatas.
Selain penanganan darurat, BPBD juga melakukan upaya jangka panjang melalui bantuan pembangunan sumur bor maupun sumur gali. Upaya tersebut melibatkan pemerintah, pihak swasta, yayasan, serta relawan.
Awal Sudiono menyebut, salah satu upaya jangka panjang telah dilakukan di Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati, melalui pembangunan dua sumur gali. Sumur tersebut dinilai cukup membantu mengurangi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut. (Dina Darozatun)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....