Falsafah Cablaka Jadi Spirit Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Banyumas

  • 04 Jul 2026 13:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Penguatan kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu kunci dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mendukung pembangunan di Kabupaten Banyumas. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti. Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas Eko Heru, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin, serta jajaran pengurus PKUB dan tamu undangan lainnya.

Mengusung tema "Berjalan Bersama Mewujudkan Banyumas Produktif, Adil, dan Sejahtera (Banyumas PAS)", rapat koordinasi ini menjadi forum untuk memperkuat sinergi sekaligus menyatukan komitmen seluruh pengurus PKUB kecamatan dalam menjaga dan merawat keharmonisan kehidupan beragama di Banyumas.

Perwakilan pengurus PKUB, Agus Wahyudi, mengatakan kerukunan merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal Banyumas perlu terus dipelihara, salah satunya melalui falsafah Cablaka atau Blakasuta.

"Falsafah ini bermakna kejujuran yang lahir dari ketulusan, keterbukaan atas dasar saling percaya, serta keberanian berdialog tanpa prasangka," ujarnya.

Ia menambahkan, derasnya arus informasi di media sosial membuat perbedaan pandangan berpotensi berkembang menjadi konflik apabila tidak dikelola secara bijaksana. Karena itu, komunikasi yang baik, silaturahmi, dan dialog perlu terus dibangun sebagai langkah pencegahan.

"Merawat kerukunan jauh lebih bijaksana daripada harus memulihkan konflik. Kerukunan bukan sekadar program kerja, tetapi wujud nyata kecintaan kita kepada Banyumas," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menilai, rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, sekaligus menyinergikan langkah seluruh pengurus PKUB di tingkat kecamatan dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis.

Menurutnya, PKUB memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama, termasuk melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial dan mendorong penyelesaiannya melalui dialog serta musyawarah.

"PKUB bertugas membangun komunikasi antarumat, mendeteksi secara dini potensi konflik sosial, serta menghadirkan solusi melalui dialog dan musyawarah," ujar Lintarti.

Ia berharap forum koordinasi tersebut mampu membangun kesamaan pemahaman mengenai visi, misi, peran, dan fungsi PKUB di tingkat kecamatan, sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Banyumas tetap aman, damai, dan rukun.

Dalam kesempatan itu, Lintarti juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta bersama-sama membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

"Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kerukunan yang terus dijaga, saya berharap Banyumas dapat terus menjadi daerah yang harmonis, produktif, adil dan sejahtera sesuai dengan semangat Banyumas PAS," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....