Sekolah Rakyat Banyumas Prioritaskan Anak dari Keluarga Desil 1 dan 2

  • 03 Jul 2026 22:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Sekolah Rakyat Banyumas diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Proses seleksi peserta didik dilakukan oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial untuk memastikan program tersebut tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan, penentuan peserta didik dilakukan melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, jumlah tanggungan, hingga beban pinjaman yang dimiliki.

"Dari Kementerian Sosial, kemudian Dinas Sosial, itu sudah melaksanakan pemilihan atau filter mulai keluarga tidak mampu, kemudian jumlah keluarganya berapa, kemudian dia punya beban pinjaman berapa, dan sebagainya," ujarnya saat meninjau Sekolah Rakyat Banyumas di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Jumat (3/7/2026).

Menurut Agus, kesiapan operasional sekolah juga terus dimatangkan. Meski penyelesaian bangunan masih berlangsung, fasilitas utama yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar telah siap digunakan sehingga pembelajaran dapat dimulai sesuai jadwal.

"Kalau guru, kepala sekolah sudah siap, tempat tidur juga sudah siap," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat Banyumas telah mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan yang tersisa saat ini merupakan tahap penyelesaian akhir atau finishing.

"Ini sekitar 90 persen. Insyaallah Juli sudah selesai karena memang dikejar untuk tahun ajaran baru," ujarnya.

Lintarti menambahkan, Sekolah Rakyat Banyumas didukung berbagai fasilitas untuk menunjang proses belajar mengajar. Selain ruang kelas, sekolah juga dilengkapi asrama putra dan putri, asrama guru, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, hingga lapangan basket dan mini soccer.

"Fasilitasnya lengkap, jadi memang sangat bagus dalam menunjang proses pembelajaran nantinya," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Sekolah Rakyat Banyumas Siti Isbandiyah mengatakan sekolah telah menyiapkan kuota sebanyak 270 peserta didik pada tahun ajaran perdana. Masing-masing jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, disediakan kuota sebanyak 90 siswa.

Menurutnya, kuota jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi. Sementara itu, penerimaan peserta didik jenjang SD masih terus berlangsung karena jumlah pendaftar belum memenuhi target.

"Untuk SMP sekitar 400 peminat sudah dijangkau 90, kemudian SMA sekitar 360 peminat sudah terjangkau 90. Kemudian SD yang ini masih belum penuh, sekitar 25," ujarnya.

Isbandiyah menjelaskan belum terpenuhinya kuota SD dipengaruhi usia calon peserta didik yang masih relatif kecil. Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua masih belum siap melepas anaknya mengikuti pendidikan dengan sistem berasrama.

"Kita juga menyadari tidak bisa memaksakan. Kebanyakan karena orang tua masih belum tega atau anaknya belum mau pisah dengan orang tuanya," tuturnya.

Apabila hingga batas akhir penerimaan kuota SD belum terpenuhi, sisa kuota tersebut akan diusulkan kepada Kementerian Sosial untuk dialihkan ke jenjang SMP dan SMA yang memiliki jumlah peminat lebih banyak.

"Karena kemarin yang saya pahami sudah diajukan permohonan kepada Kementerian Sosial agar kekurangannya dialokasikan untuk SMP dan SMA," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....