Kelola Keuangan Lebih Modern, Puluhan UMKM Banjarnegara Ikuti Pelatihan Digital
- 24 Jun 2026 12:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara kembali menggelar pelatihan digitalisasi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wirausaha pemula. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Banjarnegara, Selasa (23/6/2026).
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam menerapkan tata kelola keuangan berbasis digital.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas usaha sekaligus mendukung terciptanya bisnis yang berkelanjutan.
"Program ini kami prioritaskan bagi pelaku usaha lokal dari keluarga rentan yang terdata dalam DTSK/DTSEN desil 1 sampai 5 sebagai bagian dari intervensi penguatan sektor UMKM untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Banjarnegara," ujar Adi.
Dalam kesempatan tersebut, Adi berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha masing-masing. Ia juga mendorong peserta untuk berbagi pengetahuan dengan pelaku usaha lainnya.
"Karena jumlah peserta terbatas, kami berharap ilmu yang didapat dapat disebarluaskan kepada sesama pelaku usaha. Tidak perlu takut kalah saing karena rezeki tidak tertukar, melainkan sudah tertakar, tetapi tetap harus diiringi ikhtiar," katanya.
Adi menegaskan, kesuksesan dalam berwirausaha tidak dapat diraih secara instan. Menurutnya, setiap pelaku usaha harus siap menghadapi berbagai tantangan dan proses panjang dalam membangun bisnis.
"Tidak ada sukses tanpa proses. Kesuksesan hanya akan diraih oleh mereka yang mampu bertahan dan melewati setiap tahapan proses tersebut," tegasnya.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Amaliya Ayu Latifah dari Cilacap, menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan usaha. Ia menjelaskan, pencatatan keuangan yang tertib dan berbasis digital dapat membantu pelaku usaha memantau arus kas serta menghitung transaksi secara lebih akurat.
Menurut Amaliya, pencatatan keuangan yang baik juga menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan bisnis.
"Banyak usaha yang sebenarnya memiliki potensi berkembang, namun terkendala karena belum memiliki pencatatan keuangan yang baik. Dengan memanfaatkan aplikasi digital, pengelolaan keuangan menjadi lebih mudah, rapi, dan terukur," jelasnya.
Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya Kaslam, pelaku usaha madu murni asal Kecamatan Madukara.
Kaslam mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dinilai bermanfaat untuk mendukung pengembangan usahanya.
"Materinya sangat membantu, terutama terkait pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Ke depan akan saya terapkan untuk mengembangkan usaha yang saya jalankan," ungkapnya. (jkw)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....