Limbah Jadi Energi, Program PLTU Adipala Dongkrak Ekonomi Warga
- 22 Jun 2026 11:35 WIB
- Purwokerto
RRI..CO.ID, Cilacap : Limbah pertanian dan serbuk kayu yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai kini menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat di sekitar Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Melalui pengembangan ekosistem biomassa yang dijalankan PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk mendukung operasional pembangkit listrik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Program ini mengubah cara masyarakat memandang limbah. Jika sebelumnya sisa hasil pertanian maupun serbuk kayu hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk, kini material tersebut dikumpulkan, diolah, dan dipasarkan sebagai bahan baku biomassa yang memiliki nilai ekonomi.
Sejumlah kelompok masyarakat mulai terlibat dalam rantai usaha biomassa, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses produksi, pengangkutan, hingga menjadi pemasok bagi kebutuhan pembangkit listrik.
Triyono, petani sekaligus anggota kelompok tani biomassa di sekitar Adipala, mengaku program tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
"Dengan adanya kebutuhan biomassa seperti sawdust, usaha masyarakat jadi terbantu dan bisa meningkatkan ekonomi warga. Selain itu, pemanfaatannya juga membantu mengurangi limbah dan pencemaran lingkungan," ujarnya.
Menurutnya, semakin meningkatnya kebutuhan biomassa juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di berbagai sektor.
"Banyak masyarakat terlibat, mulai dari produksi, angkut, hingga supplier. Intinya program ini membantu banyak orang," tambahnya.
Dampak positif program ini juga dirasakan pelaku usaha pengolahan limbah kayu. Serbuk kayu atau sawdust yang sebelumnya memiliki nilai jual rendah kini menjadi komoditas yang dibutuhkan dalam mendukung program transisi energi.
Salah seorang pelaku usaha lokal, Rikoco, menilai pemanfaatan limbah kayu tersebut mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Pemanfaatan sawdust sangat membantu membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Selain mengurangi limbah kayu, program ini juga memberikan manfaat nyata melalui penyerapan tenaga kerja," katanya.
Pengembangan biomassa yang dilakukan PLN Indonesia Power merupakan bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular. Melalui pendekatan ini, limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan diolah kembali menjadi sumber energi sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain memanfaatkan limbah pertanian dan serbuk kayu, program tersebut juga diperkuat melalui pengembangan Hutan Tanaman Energi (HTE) berbasis masyarakat. Lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif kini ditanami tanaman energi, seperti kaliandra, yang tidak hanya menjadi bahan baku biomassa tetapi juga memiliki manfaat tambahan sebagai pakan ternak.
Kepala Desa Keleng, Arsidi, mengatakan program kolaborasi biomassa antara PLN Indonesia Power dan PLN Energi Primer Indonesia telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayahnya.
"Program ini sangat baik karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam pemanfaatan lahan dan pengembangan ekonomi berbasis biomassa," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan tanaman energi di lahan warga mampu meningkatkan produktivitas lahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan sekaligus memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa.
Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Adipala, I Wayan Arimbawa, menegaskan bahwa keberhasilan program biomassa tidak hanya diukur dari keberhasilannya mendukung operasional pembangkit, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
"Kami percaya transisi energi tidak hanya bicara teknologi dan listrik, tetapi juga bagaimana energi bisa tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, pengembangan ekosistem biomassa di Adipala tidak hanya diarahkan pada pengurangan emisi, tetapi juga menciptakan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga sekitar," ujarnya.
Ia menambahkan, PLN Indonesia Power UBP Adipala akan terus mengembangkan ekosistem biomassa berbasis masyarakat agar manfaatnya semakin luas, baik bagi lingkungan maupun perekonomian daerah.
Program tersebut juga mendukung implementasi teknologi cofiring biomassa di PLTU Adipala, yakni penggunaan campuran biomassa dengan batu bara sebagai upaya mengurangi emisi karbon dalam proses pembangkitan listrik.
Di tengah upaya Indonesia mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih, langkah yang dilakukan masyarakat di sekitar PLTU Adipala menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kini mampu menjadi sumber energi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....